Jokowi Asyik-asyik Aja

16 September 2021, 12:03

RM.id  Rakyat Merdeka – Apakah Presiden Jokowi terganggu dengan maraknya mural dan poster bernada satir dan kritik ke pemerintah? Jokowi menyatakan, biasa-biasa saja. Apakah Jokowi juga senang dengan penangkapan pembuat mural dan pembawa poster? Jokowi memastikan, tidak sreg.

Dua jawaban itu tersirat dari mulut Presiden saat ditanya maraknya penangkapan pembuat mural dan pembawa poster, saat bertemu dengan pemimpin redaksi media massa baik cetak maupun elektronik, di Istana Presiden, Jakarta, kemarin.

“Saya sudah terbiasa dikritik, digitu-gituin,” kata Jokowi, sambil menyebut kembali kalimat-kalimat hinaan yang pernah dilayangkan ke dirinya. “Disebut PKI, planga-plongo, king of lip service, dan macam-macam, sudah nggak aneh lagi,” katanya.

Berita Terkait : Lidah Jokowi Basah Dengan Kata “Waspada”

Jokowi mengaku, tak tersinggung, marah atau dongkol ketika melihat beragam kritik yang muncul lewat mural dan poster. “Biarkan saja, kalau sudah anarkis, lain ceritanya,” ucapnya, kasih penekanan dan pengecualian.

Kalau Bapak biasa-biasa saja, kenapa yang buat mural diburu dan pembawa poster ditangkapin Pak, apa itu perintah Bapak? Atau hanya ulah aparat di lapangan? Terkait hal ini, Jokowi menyatakan tak pernah memberikan perintah seperti itu. Kapolri juga tak pernah memerintahkan seperti itu.

“Sudah saya tanya Kapolri, tak ada perintah begitu,” kata Jokowi.

Berita Terkait : Jokowi: Vaksinasi Pelajar Digeber, PTM Bisa Jalan

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, pembuat mural “Jokowi 404: Not Found” di Tangerang, Banten, diburu polisi. Ada juga pembuat mural Jokowi tertutup masker, di Bandung, juga diburu polisi. Namun, belakangan perburuan terhadap pembuat mural itu, dihentikan. Pihak kepolisian hanya menghapus mural-mural tersebut.

Justru penangkapan terkait gambar Jokowi 404 Not Found, terjadi di Tuban, Jawa Timur. Tema mural yang viral di Tangerang itu, dijadikan gambar sablon di kaos dan diperjualbelikan. Yang ditangkap, yakni pembuat dan penjual kaos tersebut.

Selain mural, ada juga aksi pembawa poster saat kunker Jokowi, juga ditangkap. Pertama, terjadi di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9). Seorang peternak ayam petelur bernama Suroto, nekat membentangkan poster bertuliskan “Pak Jokowi, bantu peternak dengan harga jagung yang murah,”.
 Selanjutnya 


https://rm.id/baca-berita/nasional/91224/soal-mural-dan-poster-jokowi-asyikasyik-aja

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi