Jenderal Dudung Perintahkan Tangkap Pembantai Pasutri TNI dan Bidan Puskesmas di Yalimo

1 April 2022, 11:11

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pembantaian prajurit TNI Sertu Eka (38) dan istrinya, Sri Lestari Indah Putri (33) di Yalimo, Papua mendapat reaksi keras dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

Jenderal Dudung Abdurachman memerintahkan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen Teguh Muji Angkasa untuk mengejar pelaku pembantaian pasangan suami istri (pasutri) itu.

“Kasad memerintahkan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mengejar pelaku penembakan sampai dengan diketemukan dan dilakukan proses secara hukum,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Kamis malam (31/3/2022).

Dudung mengingatkan prajurit TNI yang bertugas di daerah operasi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dia meminta seluruh prajurit tidak ragu bertindak tegas untuk menindak pihak tertentu yang mengancam keselamatan pribadi maupun masyarakat sekitar.

BACA: Profil Sri Lestari, Bidan Puskesmas yang Dibantai Bersama Suami dan Anak di Papua

Dudung juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.

Dia memastikan TNI AD akan mengurus hak dan memperhatikan masa depan keluarga korban.

Sebelumnya, prajurit TNI Sertu Eka dan istrinya, Sri Lestari Indah Putri (33) yang bekerja sebagai bidan puskesmas tewas dibantai kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yalimo, Papua.

Sertu Eka tewas ditembak, sedangkan Sri Lestari disabet senjata tajam (sajam) di bagian leher.

Anak Sertu Eka dan Sri Lestari yang masih balita juga ikut dibantai. Tangannya dipotong oleh KKB.

“Demikian pula anak dari almarhum yang masih balita menjadi korban keganasan OTK, yaitu jari tangannya dipotong,” kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan kepada wartawan, Kamis (31/3).

Sertu Eka merupakan anggota Babinsa Koramil 1702-07/Kurulu. Sementara istrinya, Sri Lestari bekerja sebagai bidan Puskesmas Elelim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Yalimo, Papua.

Perempuan kelahiran Pati, 21 November 1989 ini berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Dinkes Yalimo. (one/pojoksatu)

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi