Jelang Rilis Risalah Fed, Kurs Rupiah Pagi Tak Bertenaga

3 November 2021, 10:23

Jelang Rilis Risalah Fed, Kurs Rupiah Pagi Tak Bertenaga

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi dibuka melemah ketimbang penutupan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp14.250 per USD. Mata uang Garuda tak bernyali menguat jelang rilis risalah bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan membahas mengenai tapering off .

Mengutip Bloomberg , Rabu, 3 November 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah ke posisi Rp14.274 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.264 hingga Rp14.274 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.218 per USD.

Di sisi lain, dolar AS sedikit menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Kondisi itu terjadi ketika Federal Reserve AS memulai pertemuan kebijakan dua hari di mana diperkirakan mengumumkan mulai mengurangi pembelian aset besar-besaran yang dilakukan pada awal pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Investor dalam beberapa pekan terakhir telah memperkirakan gelombang pengetatan dari bank-bank sentral karena mereka bertaruh para pembuat kebijakan cukup khawatir tentang kenaikan inflasi untuk mengakhiri tingkat pelonggaran era pandemi.

Bank sentral Australia

Bank sentral Australia (RBA) pada Selasa waktu setempat memberikan nada yang lebih dovish daripada yang diantisipasi investor, dalam pertemuan pertama dari beberapa bank sentral minggu ini, mengirim Aussie ke kerugian satu hari terbesar sejak 29 September.

The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada Rabu waktu setempat, dan bank sentral Inggris (BoE) akan melakukannya pada Kamis waktu setempat. “Tema inflasi yang tidak terkendali dan memaksa bank-bank sentral untuk bertindak sedang berlangsung,” kata kata Analis Pasar Senior Oanda Edward Moya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama saingannya, naik 0,19 persen pada 94,106. Pasar telah sepenuhnya memperhitungkan pengumuman tapering Fed yang diharapkan, dan akan mencari petunjuk kapan bank sentral mulai menaikkan suku bunga.

“Ini akan menarik karena kita harus melihat apakah kita mendapat dorongan dari The Fed, mengingat bagaimana pasar memperkirakan menjadi sedikit agresif dalam mengantisipasi beberapa kenaikan suku bunga tahun depan,” kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo.


Tokoh

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi