Jaga Kesehatan Ginjal dengan Mengatur Pola Makan

17 June 2021, 23:39

Ilustrasi ginjal. thestatesman.com

TEMPO.CO, JakartaGinjal termasuk organ vital dan bekerja keras menyaring limbah, mengatur tekanan darah, dan mengubah vitamin D menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh. Namun, seringkali ginjal tidak dijaga dengan baik sehingga muncul masalah.

Diperkirakan 37 juta orang di Amerika Serikat memiliki penyakit ginjal kronis (CKD). Itu adalah kondisi yang membuat organ tidak berfungsi dengan baik. CKD dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan kematian dini. Dan 9 dari 10 orang tidak tahu mereka menderita penyakit ginjal kronis.

Melansir dari yahoolife, Juan Jesus Carrero, yang mempelajari penyakit ginjal di Karolinska Institutet di Swedia mengatakan masalah itu bisa dicegah sejak dini. Berikut empat cara sederhana lewat menu makanan untuk menurunkan risiko terkena penyakit ginjal kronis.

Batasi konsumsi daging
Rata-rata orang Amerika mengonsumsi hampir dua kali lipat jumlah protein yang dibutuhkan setiap hari. Asupan tersebut sebagian besar berasal dari daging. Ketika tubuh mencerna protein, produk sampingan disaring dari darah dan dieliminasi oleh ginjal. Proses ini dapat menyebabkan stres pada ginjal. Tetapi, ada bukti makan terlalu banyak protein juga dapat membahayakan ginjal yang sehat.

Sebuah studi Universitas Johns Hopkins mengikuti orang tanpa penyakit ginjal selama lebih dari 20 tahun. Penelitian itu menemukan mereka yang makan paling banyak daging, terutama daging merah dan olahan, memiliki risiko CKD 23 persen lebih tinggi dari yang makan paling sedikit. Jika Anda pemakan daging atau mengonsumsi banyak protein secara umum, kurangi satu atau dua porsi setiap hari. Atau, adaptasi gaya hidup sehat seperti gerakan hari Senin tanpa konsumsi daging.

Tingkatkan asupan serat
Ketika usus memetabolisme serat, ia menciptakan senyawa bermanfaat yang meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan. Proses ini juga mengurangi produksi racun yang merusak ginjal. Faktanya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menemukan konsumsi 5 gram serat setiap hari dapat menurunkan CKD sebesar 11 persen. Serat itu bisa didapat dari 1/3 mangkuk kacang hitam yang dimasak atau sekitar 1/2 mangkuk rasberi.

Kurangi soda
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Journal of American Society of Nephrology, setiap tambahan minuman manis seperti soda dan minuman buah bukan jus 100 persen dikaitkan dengan 18 persen peningkatan risiko CKD. Kelebihan gula meningkatkan kadar glukosa darah dan pada akhirnya dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Banyak konsumsi minuman manis, terutama cola, mengandung mineral fosfor dalam jumlah tinggi. Dan dalam jangka panjang itu akan memicu kerusakan ginjal. Jika ingin sedikit rasa manis pada minuman, cobalah air dengan beberapa irisan buah segar.

Kurangi garam
Para peneliti di Jepang menemukan orang yang makan paling banyak garam, sekitar 4.500 mg sodium per hari, akan memiliki risiko 29 persen lebih tinggi untuk mengalami gangguan fungsi ginjal. Rata-rata orang Amerika mengonsumsi 3.400 mg garam per hari.

Asupan garam berlebih dapat merusak ginjal dalam beberapa cara, termasuk meningkatkan volume dan tekanan darah di ginjal dan membebani nefron. Seiring waktu, garam dapat merusak fungsi nefron. Jadi, bacalah label makanan dan perhatikan asupan natrium secara keseluruhan, terutama jika menyangkut makanan olahan seperti roti yang dibeli di toko, sup, dan daging deli. Mereka adalah penyebab paling umum dalam pola makan tinggi garam.

Baca juga: 5 Kiat Mencegah Batu Ginjal


https://gaya.tempo.co/read/1473845/jaga-kesehatan-ginjal-dengan-mengatur-pola-makan

Tokoh

Partai

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Statement

Fasum

Transportasi