Isu Perpanjang Masa Jabatan Presiden, Demokrat: Masyarakat Tak Ingin Orba Terulang

3 April 2022, 10:48

Liputan6.com, Jakarta – Isu penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden membuat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo menurun. Hal itu terlihat dalam Survei Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC.

Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, berpendapat, hasil survei tersebut menunjukkan masyarakat sudah kritis. Sebab, isu itu bertentangan dengan konstitusi.

“Merosotnya kepercayaan publik terhadap pemerintah yang terbaca menjadi motor isu penambahan masa jabatan presiden dan periodesasi presiden yang bertentangan dengan konstitusi menunjukkan tingkat kritisisme masyarakat yang semakin tinggi,” kata Kamhar kepada wartawan.

Kepercayaan publik yang merosot kepada Presiden Jokowi karena isu perpanjangan masa jabatan dianggap penting, karena mengedukasi masyarakat mengenai pelanggengan kekuasaan pada rezim orde lama dan orde baru.

Sebab, kata Kamhar, tidak ada pembatasan masa jabatan presiden atas nama konstitusi. Sehingga penguasa saat itu melanggengkan kekuasaan, yang berujung pemerintahan totaliter dan diktator.

“Kita tak ingin konstitusi kita kembali pada masa kegelapan demokrasi seperti itu,” tuturnya.

Kamhar menyatakan, pengalaman sejarah tersebut mesti dipelajari supaya tidak terulang kesalahan serupa. Demokrat tegas mengingatkan Presiden Jokowi untuk tidak mengkhianati reformasi.

Sejumlah elit partai politik serukan usulan penundaan pemilu tahun 2024. Pro kontra pun muncul disertai dengan argumen dari kedua belah pihak.


https://www.liputan6.com/news/read/4928453/isu-perpanjang-masa-jabatan-presiden-demokrat-masyarakat-tak-ingin-orba-terulang

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi