Isu Ijazah Palsu, Komandan Fanta: Fitnah Sering Dilempar kepada Orang Muda Berprestasi

21 November 2023, 6:11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tudingan ijazah palsu kepada cawapres Gibran Rakabuming Raka akhirnya terbantahkan. Nyatanya, Gibran tercatat menempuh pendidikan di UTS Insearch hingga year 12 (setara SMA kelas 12), sebelum melanjutkan pendidikan S1 di University of Bradford, Singapura.Sebelumnya, tudingan itu dilontarkan oleh Dokter Tifa melalui akun X yang direspons oleh pakar IT Roy Suryo hingga Said Didu dan ribuan warganet lainnya. Mereka meragukan pendamping Prabowo Subianto tersebut sebenarnya tidak pernah berkuliah di University of Technology Sydney (UTS) Insearch, Sydney, Australia. Komandan TKN Fanta Arief Rosyid Hasan menyampaikan, politik harusnya mengedepankan adu gagasan, bukan kampanye hitam dan politik pecah belah seperti zaman Belanda. Dia juga tidak suka dengan adanya ujaran kebencian dan fitnah.”Kita lihat-lihat, fitnah ini sering dilemparkan kepada orang muda yang berprestasi. Tugas kita, tetap fokus pada kinerja dan prestasi anak muda, menuju Indonesia Emas 2045,” kata Arief di Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Adapun Arief yang hadir dalam webinar bertajuk ‘Dampak Pemilu 2024 terhadap Masa Depan Anak Indonesia’ yang digelar Komunitas Kawan Muda Indonesia (KMI) menjelaskan, KMI dibentuk oleh pemuda diaspora Indonesia dan pelajar yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Dia pun mengajak anak muda untuk ikut berpartisipasi aktif menentukan arah bangsa ke depan pada 2024.”Dari 270 juta jiwa terpilihlah enam orang terbaik yang nantinya akan memimpin kita. Jaka Ada yang tidak suka, berusaha menjatuhkan, itu wajar. Namanya juga Kontestasi politik. Yang pening, kita tidak terbawa dan terus berikhtiar memberikan yang terbaik,” ucap ARH, sapaannya populernya. Menurut Arief, Indonesia butuh pemimpin yang kuat dan punya gagasan untuk melanjutkan sekaligus menyempurnakan program yang tengah berjalan. “Kita dorong keberlanjutan yang sudah dibangun oleh Presiden Jokowi. Saat ini, pasangan Prabowo-Gibran menjadi pilihan paling tepat dan cepat untuk meneruskan hal tersebut,” kata Arief.”Hadirnya Mas Gibran menjadi lokomotif pemuda di Indonesia. Paling konkret memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan bermanfaat seluas-luasnya,” kata Arief yang pernah menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015.Arief juga mengingatkan, hanya tinggal 12 tahun lagi bagi Indonesia dapat menikmati bonus demografi, yang puncaknya terjadi pada 2030. Oleh karena itu, orang muda perlu bersiap diri agar momentum tersebut menjadi berkah, alih-alih musibah. “Mas Gibran Rakabuming Raka bukan hanya representasi dari keberlanjutan, tetapi juga wajah dari bonus demografi. Sebagai anak muda, kita harus saling support, karena hanya generasi kita yang mengerti problematika teman segenerasinya,” kata Arief.
Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya
di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches