Inovasi Pemuda di Malang, Ubah Minyak Goreng Bekas Jadi Bahan Bakar

30 May 2022, 13:52

Senin, 30 Mei 2022 – 12:57 WIB

VIVA – Seorang pemuda di Malang, Alexander Soegio (32 tahun) bersama beberapa temannya membuat inovasi untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Dia mengubah limbah rumah tangga yakni minyak jelantah atau bekas minyak goreng menjadi biodisel atau hahan bakar untuk perahu atau kapal nelayan.

Alex memberi nama usahanya Zerolim akronim dari Zero Limbah. Berdiri sejak tahun 2019, berlokasi di Jalan Perusahaan Raya Nomor 8, Bodosari, Tanjungtirto, Singosari, Kabupaten Malang. Sebelumnya, ide ini terinispirasi dari mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kota Malang dalam pengolahan minyak jelantah saat mengikuti lomba kewirausahaan.

“Selanjutnya, kita kembangkan karena memiliki potensi nilai ekonomis dengan cara perolehan minyak jelantahnya melalui digitalisasi bank sampah, sekaligus menekan pencemaran lingkungan. Kami sendiri yang mengelola, kemudian hasil produknya kita pasarkan ke nelayan pesisir di Jawa Timur sebagai bahan bakar penggerak kapal atau perahu, kemudian juga kita ekspor ke beberapa negara,” kata Alex, Senin, 30 Mei 2022.

Mahasiswa lulusan University of Colorado USA itu mengatakan, minyak jelantah ini mereka peroleh dari rumah tangga, restoran, kafe, hingga home industri. Mereka turut mengembangkan aplikasi bernama zerolim di playstore maupun appstore demi memudahkan masyarakat dalam menjual minyak jelantah. Prinsipnya adalah pemberdayaan masyarakat.

Caranya, masyarakat cukup mengunduh untuk memanfaatkan layanan ini. Setelah itu login menggunakan nomor HP dan memasukkan kata sandi. Kemudian mengatur lokasi pengambilan minyak jelantah melalui menu penjemputan dan kemudian tekan konfirmasi Pahlawan untuk mencari pengantar di sekitar wilayah tersebut. Saat ini sudah ada 1.500 pengguna aktif dari 5.000 pengunduh yang memanfaatkan layanan aplikasi tersebut.

“Setelah melalui proses tersebut, nantinya akan ada Pahlawan atau orang-orang yang bertugas mengambil minyak jelantah ke rumah-rumah, home industri dan lain sebagainya. Kemudian, minyak jelantah akan terlebih dahulu ditimbang beratnya sebelum disetorkan. Setiap satu kilogram mendapatkan 3000 poin. Poin bisa ditukarkan uang tunai melalui rekening. Juga bisa dalam bentuk e-money untuk ditukarkan di merchant terdekat,” ujar Alex.

Rata-rata, dalam waktu sebulan, Zerolim bisa menampung jelantah hingga 20 ton per bulan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 persen bisa diolah menjadi biodiesel dan didistribusikan kepada para nelayan di pesisir Jatim.


https://www.viva.co.id/berita/nasional/1479748-inovasi-pemuda-di-malang-ubah-minyak-goreng-bekas-jadi-bahan-bakar?terbaru=3

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi