Ini Peran Alex Noerdin Dalam Kasus Korupsi Pembelian Gas Bumi

16 September 2021, 22:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019.

Kejagung membeberkan peran Alex Noerdin dalam kasus korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara lebih dari Rp 400 miliar tersebut.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak membeberkan, Alex selaku Gubernur Sumsel saat itu meminta alokasi gas bagian negara dari BP Migas untuk PDPDE.

Berita Terkait : Jadi Tersangka Korupsi, Berapa Harta Kekayaan Alex Noerdin?

“Bahwa tersangka AN (Alex Noerdin) selaku Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013 dan periode 2013-2018 yang melakukan permintaan alokasi gas bagian negara dari BP Migas untuk PDPDE Sumsel,” ujar Leonard dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Tak hanya itu, Alex yang kini anggota DPR dari Fraksi Golkar, juga menyetujui kerja sama antara PT PDPDE Sumsel dengan PT Dika Karya Lintas Nusa atau DKLN dan membentuk PDPDE Gas.

“Dengan maksud menggunakan PDPDE Sumsel untuk mendapatkan alokasi gas bagian negara,” ungkapnya.

Berita Terkait : Jadi Tersangka Korupsi Pembelian Gas Bumi, Alex Noerdin Dijebloskan Ke LP Cipinang

Selain Alex Noerdin, Kejagung juga menetapkan mantan Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang sebagai tersangka dalam kasus itu.

Muddai merupakan Direktur PT DKLN dan juga merangkap sebagai Komisaris Utama PT PDPDE Gas, serta menjabat sebagai Direktur PT PDPDE Gas. “Tersangka MM menerima pembayaran yang tidak sah berupa fee marketing dari PT. PDPDE Gas,” terang Leonard.

Sebelum Alex Noerdin dan Muddai Madang, Kejagung lebih dulu menetapkan Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2008 berinisial CISS dan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) sejak 2009 AYH, sebagai tersangka.

Berita Terkait : KPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan Di Bengkalis

AYH juga merangkap sebagai Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009 dan Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2014. CISS dan AYH telah dijebloskan ke dalam penjara selama 20 hari terhitung sejak tanggal 8 September sampai dengan 27 September 2021, di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Leonard memaparkan, perkara ini bermula ketika Pemprov Sumsel memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian negara dari JOB PT Pertamina, Talisman Ltd, Pasific Oil And Gas Ltd, Jambi Merang (JOB Jambi Merang) sebesar 15 MMSCFD berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas) atas permintaan Gubernur Sumsel, yang kala itu dijabat Alex. 
 Selanjutnya 


https://rm.id/baca-berita/nasional/91325/dibeberin-kejagung-ini-peran-alex-noerdin-dalam-kasus-korupsi-pembelian-gas-bumi

 

Partai

Institusi

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi