Ibu Kota Jabar Akhirnya Bakal Dipindah, Nasib Bandung Gimana?

23 October 2022, 5:03

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar pemindahan ibu kota Jawa Barat (Jabar) sempat menghebohkan beberapa waktu terakhir. Bahkan, disebut-sebut, pilihan lokasi sudah ditentukan.
Berawal dari cerita Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi usai peninjauan di Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Menurut Dwiyana, pemerintah provinsi Jawa Barat bahkan sudah menyampaikan, Tegalluar akan jadi salah satu lokasi pilihan untuk jadi ibu kota baru provinsi Jabar.

“Tinggal mendorong dukungan politik,” katanya kepada wartawan saat itu.

Dwiyana menambahkan, ada tiga opsi wilayah yang mencuat sebagai pengganti kota Bandung, yaitu Walini, Kertajati, dan Tegalluar. Tapi dengan semakin jelasnya pembangunan kereta cepat maka Tegalluar yang paling memungkinkan.
“Tadi bocoran dari pak Gubernur sini paling besar peluangnya,” kata Dwiyana dikutip Kamis (20/10/2022).
Namun, kabar itu kemudian dibantah langsung oleh Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia menegaskan, yang berpindah bukanlah ibu kota provinsi, melainkan pusat pemerintahan yang akan disatukan dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tegalluar, Kabupaten Bandung.
Itu pun baru tahap wacana karena perlu dikaji lebih dalam dan mendapat persetujuan dari berbagai pihak.

“Bukan pemindahan ibu kota, tapi wacana penyatuan pusat pemerintahan. Jadi jangan pakai sebutan ibu kota karena itu jelas berbeda,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (15/10/2022).
“Seperti Malaysia, ibu kotanya tetap Kuala Lumpur, pusat pemerintahannya berkumpul di Putrajaya,” tambahnya.
Jika benar demikian, Kota Bandung masih akan tetap jadi ibu kota provinsi Jawa Barat.
Di saat bersamaan, Ridwan Kamil akan menyulap satu dari 3 daerah ini, yaitu Tegalluar, Walini, dan Kertajati jadi kota modern baru yang akan bersanding dengan Kota Bandung, ibu kota Jawa Barat.

Metropolitan Baru di Jawa Barat
Jika mengacu pernyataan Ridwan Kamil tersebut, salah satu dari 3 wilayah itu akan dipacu jadi pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, cocok menyandang status sebagai pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat.
Dalam wacana tersebut, Tegalluar digadang-gadang jadi lokasi paling potensial pemindahan pusat pemerintahan Jabar yang baru.
“Potensi Tegalluar bagus karena simpulnya di situ. Hendak ke Cisumdawu di situ, ke Jakarta, Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), kereta cepat juga di situ. Jadi kawasan ini sangat strategis. Dari situ ke Stadion GBLA juga tinggal menyeberang, ke Masjid Al Jabbar cuma lima menit,” kata Ridwan Kamil.
Desa ini sudah memiliki infrastruktur pendukung. Mulai dari kereta cepat Jakarta-Bandung, jalur LRT, tol Ujungberung-Gedebage-Majalaya, dan tol Cigatas.

Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupdaten Bandung, Tegalluar disebut sebagai kawasan strategis cepat tumbuh dan berpengaruh pada ekonomi kabupaten Bandung.
“Penetapan ini didasari oleh potensi ekonomi kawasan yang akan berpengaruh secara regional terhadap ekonomi kabupaten Bandung, khususnya bagian timur dengan adanya pembangunan infrastruktur strategis di kawasan tersebut,” seperti yang tertulis pada dokumen RPJMD tersebut.
Kereta cepat sendiri direncanakan akan mulai beroperasi pada Juli 2023. Sementara untuk tol Cigatas sedang masuk segmen 1 tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dengan panjang 206,5 km.
Menurut Kementerian PUPR, konstruksi tahap pertama dari Gedebage hingga Tasikmalaya ditargetkan pada 2022 ini. Tol tersebut direncanakan akan selesai tahun 2024 mendatang.
Sementara itu untuk jalur Tasikmalaya hingga Cilacap dijadwalkan selesai pada tahun 2029.

[-]

Calon Ibu Kota Baru Jabar Ini Bakal Punya Tol Baru Hingga LRT

(dce/dce)