Ibu dan Dua Anak Tewas dalam Kebakaran Permukiman di Pademangan, Jakut

25 October 2022, 4:06

AKURAT.CO, Seorang ibu dan dua anaknya ditemukan meninggal akibat kebakaran di permukiman padat penduduk, di RT 08 RW 10 Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu malam (22/10/2022). 
Kapolsek Pademangan, Kompol Happy Saputra mengatakan saat kebakaran terjadi ketiga korban itu tengah tertidur lelap.
“Dari warga sekitar bahwa korban tidak bisa menyelamatkan diri dikarenakan api sudah membesar dimana saat Itu para korban sedang tertidur lelap,” ujarnya kepada wartawan, Minggu, (23/10/2022).

baca juga:

Lebih lanjut, Happy menjelaskan berdasarkan kronologi yang didapat dari warga sekitar awalnya terdengar kegaduhan suara kebakaran sekitar pukul 17.58 WIB. Asal api diduga dari hubungan arus pendek di lantai 2 rumah kontrakan yang dihuni oleh saksi. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 19.30 malam.
“Api membakar delapan unit rumah semi permanen kemudian pemadam kebakaran berjumlah 20 unit DPK dipimpin Bapak Hugeng melakukan pemadaman,” jelasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Gulkarmat Jakarta Utara Abdul Wahid mengatakan kebakaran itu memakan tiga orang korban jiwa yakni ibu berinisial A (28) dan kedua anak AF (10) dan ANZ (5).
“Korban jiwa tiga orang meninggal di TKP,” ujar dia.
Abdul juga menyebut, empat orang korban luka ringan. Korban, FR dan D mengalami pusing mual serta I sesak nafas. Sedangkan B mengalami terkilir pada lengan kanan terkilir,
“Korban ada yang dibawa ke rumah sakit dan ke ahli patah tulang,” ujar dia.
Abdul menjelaskan  penyebab kebakaran sementara diakibatkan karena hubungan arus pendek listrik di lantai dua rumah yang ditinggali oleh A.

“Dugaan penyebab prediksi arus pendek,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (23/10/2022).
Abdul menerangkan, api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan-bangunan yang berdiri di lahan 20 M² x 15.
Adapun, kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 500 juta. Selain itu, 25 Kepala Keluarga (KK) juga kehilangan tempat tinggal.
“Taksiran kerugian Rp 500 juta,” kata dia. []

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi