JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengungkap hasil pemeriksaan nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebabkan puluhan warga Koja keracunan makanan.

Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Yudi mengatakan, makanan tersebut ternyata mengandung bakteri escherichia coli melebihi batas normal.

“Jadi bukan, kalau ada yang bilang kedaluwarsa, itu enggak. Enggak ada makanan kedaluwarsa,” kata Yudi saat dikonfirmasi, Rabu (3/11/2021)

Yudi menuturkan, dugaan penyebab kontaminasi bakteri ecoli pada nasi kotak karena makanan tersebut kurang matang dan kurang higienis.

Baca juga: BPOM Periksa Sampel Nasi Kotak dari PSI yang Sebabkan Warga Koja Keracunan

“Kurang matang, begitu kan bisa. Karena kurang higienis ya. Kalau ada bakteri (E.Coli) kan berarti kurang bersih saja, bukan kedaluwarsa karena di situ (nasi kotak) enggak ada makanan kemasan,” ucap Yudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yudi juga mengklarifikasi pernyataannya di sejumlah media massa yang menyebut pengujian sampel nasi kotak PSI dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Menurut Yudi, petugas BPOM memang mendampingi Puskesmas mendatangi lokasi warga yang keracunan dan pengambilan sampel makanan pada Selasa (26/10/2021).

Baca juga: 23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

Namun selanjutnya sampel tersebut dibawa oleh Puskesmas ke Labkesda.

“BPOM itu ternyata datang mendampingi Puskesmas dalam pengambilan sampel. Saya kira sampelnya juga diperiksa BPOM langsung, ternyata sampelnya diserahkan ke Labkesda. Tapi BPOM memang turun ke lapangan,” lanjutnya.

Labkesda diketahui mengeluarkan hasil pengujian sampelnya pada 29 Oktober 2021.