Harga Pertamax Naik, Pendapatan Pengusaha Travel Merosot

3 April 2022, 17:27

Harga Pertamax Naik, Pendapatan Pengusaha Travel Merosot
Sejumlah mobil rental CV Langgeng Trans Jaya, Banyuwangi. ©2022 Merdeka.com/muhammad permana

Merdeka.com – Pemerintah telah menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax naik menjadi Rp12.500 sejak 1 April 2022 kemarin. Masyarakat pun semakin memburu pertalite hingga BBM itu mulai sulit untuk didapatkan.

Tak hanya itu, ketersediaan stok BBM jenis bio solar juga sempat langka. Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Banyuwangi.

taboola mid article

Kenaikan harga dan kelangkaan stok BBM berimbas kepada para pengusaha travel di Bumi Blambangan. Mereka mengaku sulit mengatur dan menjaga usahanya secara proporsional seperti sedia kala.

2 dari 3 halaman

Tak Bisa Naikkan Tarif

Setiyo Ponco Utomo, pemilik rental mobil di Jalan Ikan Sadar, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, mengaku kesulitan dengan kebijakan BBM pemerintah menaikkan harga BBM. Alasannya, mereka tak bisa sembarangan memainkan tarif demi menjaga kenyamanan dan kepuasan pelanggan.

“Kita sebagai orang pelaku travel sangat terdampak sekali terkait kenaikan dan kelangkaan BBM. Jadi kita mau menaikkan harga menunggu dari pemerintah,” kata Ponco, Minggu (3/4).

Dia mengatakan, para karyawannya juga sempat mengalami kesulitan untuk mendapat BBM, nyaris setiap kali pengisian, para sopir harus mengantre panjang.

“Sopir-sopir merasa kesulitan untuk mencari bahan-bahan bakar sejenis solar. Pertalite juga agak susah, jadi kita meminta kebijakan pemerintah, bagaimana untuk mengatur hal ini,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Pantau Ketersediaan BBM

Untuk tetap menjaga eksistensi usahanya, Ponco bersama karyawannya harus berpikir keras untuk membaca kondisi ketersediaan BBM.

“Kita harus antre, kadang menunggu pom itu diisi, baru kita ngisi ke sana. Jadi untuk saat ini kita harus mencari informasi, pom mana yang baru diisi, kita ngantre di sana,” ungkap Ponco.

Saat ini, pendapatan usaha travel di bawah CV Langgeng Trans Jaya itu juga mengalami kemerosotan. Ketika pertalite atau BBM bersubsidi telah habis, mau tidak mau, mereka harus membeli pertamax dengan harga cukup tinggi.

“Untuk penghasilan otomatis sangat berkurang sekali dengan adanya kelangkaan BBM ini. Kita misalnya kehabisan bahan bakar di jalan. Dan untuk BBM yang bersubsidi habis, otomatis kita harus beli BBM yang nonsubsidi. Dan itu sangat mengurangi pendapatan kita,” cetus Ponco. [yan]

Baca juga:
Implementasi Aturan Pajak hingga Lonjakan Harga Energi Picu Kenaikan Inflasi 2022
DPR: Pemerintah Tidak Konsisten Soal Harga Pertamax
Serba Mahal Jelang Ramadan 2022
Pertamina: Pasokan BBM, Elpiji dan Avtur Aman Saat Ramadan
Ketua MPR soal Harga Pertamax: Oh Naik ya? Nanti Saya Cek Dulu


https://www.merdeka.com/peristiwa/harga-pertamax-naik-pendapatan-pengusaha-travel-merosot.html

 

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi