Harga Minyak Turun Akibat Data Ekonomi China Memburuk

16 August 2022, 14:55

Seperti yang dilansir Antara, Selasa (16/8/2022), minyak mentah berjangka Brent (patokan harga global) untuk pengiriman Oktober merosot 3,05 dolar Amerika Serikat (AS)  atau 3,1 persen, menjadi 95,10 dolar AS per barel, setelah jatuh 1,5 persen pada Jumat (12/8/2022).

Sedangkan, minyak mentah berjangka standar perdagangan minyak AS/ West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, tergelincir 2,68 dolar AS atau 2,9 persen, menjadi 89,41 dolar AS per barel setelah terpangkas 2,4 persen di sesi sebelumnya.

Brent berjangka mendekati level terendah, sebelum Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, sementara WTI berjangka menyentuh level terendah pada Senin (15/8/2022) sejak awal Februari.

Berdasarkan dari data pemerintah, produksi kilang minyak di negara itu turun menjadi 12,53 juta barel per hari (bph), terendah sejak Maret 2020.

Harga minyak umumnya dihargai dalam dolar AS, sehingga greenback lebih kuat, membuat komoditas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, pasokan minyak bisa meningkat jika Iran dan Amerika Serikat menerima tawaran dari Uni Eropa, yang akan menghapus sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Komponen pipa minyak rusak yang mengganggu produksi di beberapa anjungan lepas pantai Teluk Meksiko AS diperbaiki  pada Jumat (12/8/2022) malam, mendorong produsen minyak untuk mengaktifkan kembali beberapa produksi yang dihentikan.

“Gangguan pasokan di beberapa anjungan minyak lepas pantai di wilayah pantai Teluk, menambah kekuatan harga minggu lalu telah stabil untuk saat ini dengan produksi yang telah dilanjutkan kembali,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois. (ant/des/rst)

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Statement

Fasum

Transportasi