Hak Pensiun Tak Diberikan, Pensiunan Bank MNC Ini Ajukan Gugatan ke Pengadilan

2 April 2022, 15:41

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pensiunan Bank MNC mengajukan gugatan perselisihan hak di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 31 Maret 2022.

Beberapa pensiunan tersebut pun menunjuk Foor Good Manik Law Grup sebagai kuasa hukumnya.

Salah satu kuasa hukum korban, Mahardi Andrianata mengatakan berdasarkan surat kuasa tanggal 4 Oktober 2021, pihaknya telah dipercaya untuk menangani perkara ini.

Sehingga pada 25 Oktober 2021 kemudian pihaknya mengajukan Bipartit dengan PT Bank MNC International Tbk yang berada di gedung finacial center lantai 13 jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Dari Bipartit itu terbitlah anjuran dari Disnaker DKI Jakarta tanggal 17 Januari 2022 yang pada intinya kami menerima isi anjuran tersebut. Namun kami sangat kuatir PT Bank MNC International Tbk, tidak melaksanakan isi anjuran tersebut,” kata Mahardi di kantor Foor Good Manik Law Grup, Bekasi, Jumat (1/4/2022).

Mahardi menjelaskan, pada tanggal 31 Maret 2022, pihaknya mengajukan gugatan perselisihan hak di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor registrasi perkara 117/PDT.SUS-PHI/2022/PN.Jkt.Pst.

Dengan diajukannya gugatan tersebut, ia berharap PT Bank MNC International Tbk, dapat memberikan hak-hak dari kliennya.

“Kami secara penuh. Klien kami merasa apa yang dialami adalah sebuah kedzaliman yang nyata karena menyebabkan kondisi klien kami mengalami gangguan secara psikologis,” ucapnya.

Lanjut Mahardi, selama bekerja di perusahaan tersebut kliennya memiliki kinerja yang cukup bagus. Sehingga bisa bekerja mencapai puluhan tahun, dan berharap dengan adanya pensiun bisa menikmati hari tua sesuai dengan yang diimpikan.

Namun rencana dan cita-cita itu harus tertunda dengan adanya permasalahan yang dialami kliennya.

“Klien kami memiliki sangat memimpikan ketika sudah pensiun bisa memiliki sebuah usaha yang dapat mengisi hari tuannya. Bahkan ada di antara klien kami pun harus menunda pendidikan anaknya karena dana pensiun dari tempatnya bekerja tidak segera dicairkan,” tegasnya.

(fir/pojoksatu)

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi