Gunakan Dana PNM, PLN Terangi Tiga Desa Terpencil di Sulawesi Tengah

23 October 2022, 19:25

JawaPos.com – PT PLN (Persero) telah menerangi tiga desa terpencil di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Hal ini sejalan komitmen PLN untuk terus melakukan pemerataan akses kelistrikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Ari Dartomo, mengatakan untuk melakukan penerangan di tiga desa tersebut pihaknya menggunakan biaya Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan total investasi mencapai Rp 4,9 miliar.
“Untuk melistriki ketiga desa ini, PLN membangun total panjang jaringan tegangan menengah (JTM) 11,6 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) 2,04 kms, dan total gardu 3 unit sebesar 200 kilovolt ampere (kVA) dengan total investasi sebesar Rp 4,9 miliar,” kata Ari Dartomo dalam keterangan tertulis, Minggu (23/10).
Menurutnya, listrik adalah salah satu pilar pendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, PLN memiliki tugas khusus dari pemerintah untuk dapat menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Bahkan, lanjutnya, listrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat sebab hampir semua aktifitas sosial memanfaatkan energi listrik.
“Sehingga listrik sudah bergeser urgensinya dari sekedar opsi energi menjadi energi pokok masyarakat yang sangat dibutuhkan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Tojo Una-Una, Mohammad Lahay mengapresiasi perhatian yang diberikan PLN dalam bekerja melayani masyarakat di tiga desa, yakni Desa Luok, Deaa Tiga Pulau, dan Desa Tongidon. Ia berharap, listrik yang sudah masuk di desa tersebut bisa mempermudah masyarakat dalam beraktivitas.
“Listrik yang sudah masuk di tiga desa ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menggerakan perekonomian, serta mempermudah masyarakat dalam beraktivitas. Dan pada akhirnya dapat mendorong peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan,” ujar Lahay.
Untuk diketahui, PLN hingga tahun depan masih akan melakukan penerangan di wilayah 3T di Indonesia. Ini sejalan dengan PLN yang akan menerima penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 10 triliun pada tahun 2023. Modal tersebut digunakan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) di daerah 3T (terluar, terpencil, tertinggal).
Direktur Manajemen Distribusi PLN Adi Priyanto mengatakan rasio elektrifikasi PLN akan dikebut 100 persen, adapun per Juli 2022 baru tercatat 97,4 persen. Oleh sebab itu, untuk mengejar target rasio elektrifikasi hingga 100 persen membutuhkan dana yang tidak sedikit.
“Untuk mengejar RE 100 persen kita perlu melistriki wilayah 3 T yang aksesnya sulit dan secara korporasi ini tidak feasible secara investasi,” kata Adi dalam Ngopi BUMN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).
Ia menjelaskan, untuk bisa menyambung listrik ke satu rumah di daerah 3T, PLN membutuhkan dana sekitar Rp 25 juta sampai Rp 40 juta per rumah. Hal ini disebabkan, daerah 3T biasanya jauh dari sumber listrik.
“Kita harus menarik transmisi untuk membangun di daerah pedalaman, kemudian bangun gardu induk dan membangun jalur-jalur distribusi untuk sampai rumah,” ujarnya.
 

Editor : Eko D. Ryandi Reporter : R. Nurul Fitriana Putri

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi