Gubernur BI Sambut Positif Kredit Digital DigiKU

17 September 2021, 10:32

KBRN, Jakarta: Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tak perlu lagi cari kredit ke pinjaman online (pinjol) ilegal saat membutuhkan dana cepat untuk tambahan modal usaha. Sebab, kini sudah ada digital kredit UMKM alias digiKU yang dimotori empat bank milik negara (Himbara), yakni BRI, Mandiri, BNI, dan BTN. 

Untuk memperluas jangkauan, digiKU kini menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Para UKMK yang bisa masuk platform digital bisa dengan gampang mengajukan kredit layaknya ke pinjol, tapi bungganya tidak melilit.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan sambutan secara virtual pada peluncuran program Kredit Digital DigiKU yang digagas oleh bank-bank yang terhimpun dalam Himbara, Kamis (16/9/2021). (Foto: Tangkap Layar Zoom) 

​​​

“Kami berharap, DigiKu dapat semakin menyasar para pelaku usaha secara daring dan mempermudah pengajuan pinjaman dengan suku bunga kredit yang rendah dan terjangkau, dengan jangka waktu yang sesuai,” ujarnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pada peluncuran program DigiKU secara virtual, Kamis (16/9/2021) petang. 

Perry juga berharap ada penyelarasan DigiKU dengan QRIS agar semua transaksi pelaku usaha bisa tercatat secara digital. 

“Hal ini nantinya dapat menjadi parameter kredit scoring sehingga membantu pelaku usaha dalam mengajukan kredit,” harap dia. 

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga menyampaikan dukungannya pada DigiKU. Ia menyambut baik kerja sama perbankan dengan industri e-commerce melalui idEA untuk penyelarasan data. 

“Himbara dan e-commerce sudah selaraskan data sehingga proses pengajuan kredit bisa dipercepat tanpa tatap muka dan dengan bunga yang kompetitif,” ujarnya.

Luhut optimis serapan kredit melalui DigiKU akan cukup signifikan. 

“Dari target pada 2020 sebesar Rp4,2 triliun, telah terealisasi sebesar Rp2,9 triliun, dan akan terus bertambah seiring peningkatan pelaku UMKM yang sudah onboarding,” terangnya.

Kerja Sama Lintas Industri 

Sesuai namanya, Digital Kredit UMKM (DigiKU) dirancang secara digital membantu pelaku UMKM yang kesulitan permodalan. Jadi, pelaku usaha diharapkan bisa onboard ke platform agar bisa memiliki pencatatan usaha secara digital yang nantinya digunakan sebagai parameter penilaian saat mengajukan pinjaman. Pelaku usaha tak lagi harus susah payah melampirkan lembaran-lembaran dokumen lagi. 

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga menyambut positif kerja sama ini karena dinilai akan sangat membantu pelaku usaha. 

“Kami berharap banyak pelaku UMKM yang akan terbantu. Selama penyelenggaraan Gernas BBI saja penambahan jumlah yang onboard ke platform e-commerce sudah mencapai 8 juta pelaku usaha. Belum lagi yang sudah lebih dulu onboard. Kami yakin ini akan secara signifikan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Himbara, Sunarso juga menyatakan optimismenya bahwa DigiKU bisa membantu permodalan pelaku UMKM

“Kami juga berharap dapat menekan permasalahan yang disebabkan menjamurnya pinjol ilegal,” kata Sunarso. 

“DigiKU diharapkan membuka akses bagi masyarakat di seluruh daerah untuk bisa menjangkau produk perbankan yang lebih aman dan nyaman,” tandasnya.


https://rri.co.id/ekonomi/1191773/gubernur-bi-sambut-positif-kredit-digital-digiku?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Media

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi