Gelombang Otak Aktif saat Melihat Karya Seni

1 April 2022, 11:13

KBRN, Frankfurt: Pernahkah Anda membayangkan apa yang dilakukan jutaan neuron otak Anda ketika Anda tengah merenungkan karya seni favorit? Dalam sebuah makalah terbaru yang baru saja diterbitkan dalam Journal of Cognitive Neuroscience, tim peneliti Breda University of Applied Sciences dan Tilburg University di Belanda, serta Max Planck Institute for Empirisal Aesthetics (MPIEA) di Frankfurt, Jerman, mempresentasikan penelitian pengukuran gelombang otak yang dihasilkan oleh pengalaman estetis menarik. 

Temuan mereka menunjukkan bahwa pengalaman estetika berjalan beriringan secara aktif baik saat membangun makna dari sebuah karya seni dan saat berada dalam keadaan perhatian yang tinggi, seperti dikutip dari Max-Planck-Institut für empirische Ästhetik, Kamis (31/3/2022).

Neuron di otak manusia terus berkomunikasi. Komunikasi ini bergantung pada osilasi yang sangat cepat. Untuk menyelidiki proses ini selama pengamatan benda seni, tim peneliti internasional melakukan penelitian menggunakan electroencephalography (EEG). Para peserta melihat berbagai gambar karya seni dan menilai seberapa banyak setiap karya seni menggerakkan mereka secara estetis sementara gelombang otak mereka diukur melalui topi EEG.

Ketika peserta melihat karya seni yang mereka anggap menarik, elektroensefalogram mengungkapkan gelombang gamma yang sangat cepat dalam jumlah yang lebih besar pada bagian tertentu dari otak, dibandingkan ketika mereka melihat karya seni yang tidak menarik. Menariknya, gelombang gamma ini tidak langsung muncul, tetapi hanya setelah sekitar satu detik. Penundaan ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya bereaksi terhadap sifat visual dari sebuah karya seni, tetapi gelombang otak ini mencerminkan proses pembentukan makna.

Edward A. Vessel, rekan peneliti di MPIEA dan rekan penulis studi tersebut, menjelaskan, “Kita tidak hanya secara pasif memahami seni, tetapi juga terlibat dalam proses penemuan yang dapat berlangsung beberapa detik. Kita mencoba interpretasi dan makna yang berbeda. Proses ini membutuhkan waktu untuk berkembang, dan dapat berlanjut selama beberapa detik saat penonton menikmati perasaan terlibat dengan seni.”

Selain gelombang gamma, para ilmuwan juga mengamati apa yang disebut gelombang alfa. Ini lebih menonjol untuk karya seni berperingkat tinggi dan rendah, dibandingkan dengan gambar yang diberi peringkat sedang. Gelombang ini kemungkinan mencerminkan fakta bahwa peserta studi lebih memperhatikan seni yang mereka sukai atau tidak sukai daripada karya yang mereka rasa netral.

Penulis berharap penelitian baru ini dapat berkontribusi pada pemahaman kita tentang bagaimana orang menghargai seni, tetapi mereka juga melihatnya sebagai bagian dari pertanyaan yang lebih besar. Dengan menggunakan tampilan seni sebagai contoh pengalaman visual yang interpretasinya sangat individual dan terkait dengan makna, penelitian mereka bertujuan membuka misteri tentang bagaimana dan mengapa kita menikmati saat mencoba memahami lingkungan kita.


https://rri.co.id/teknologi/sains-dan-teknologi/1406901/gelombang-otak-aktif-saat-melihat-karya-seni?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi