Ekspor Meningkat, Produsen Mainan Anak Harus Inovatif

17 June 2021, 6:32

KBRN, Jakarta: Industri mainan anak nasional menunjukkan trend pertumbuhan yang positif, tercermin dari capaian nilai ekspornya yang terus meningkat selama tiga tahun terakhir.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, pengapalan produk mainan anak menembus USD 320 juta sepanjang 2018 dan meningkat menjadi USD 343 pada 2020.

“Potensi kita terdapat 131 unit usaha mainan anak pada skala industri menengah dan besar. Dari jumlah unit usaha tersebut, telah mempekerjakan lebih 36 ribu orang. Artinya, sektor padat karya ini temasuk yang memiliki orientasi ekspor,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (16/6/2021), saat peluncuran mainan karya anak bangsa  ‘Serial Bima S’ yang diproduksi MNC Animation.

Untuk itu, Menperin terus mendorong industri mainan anak di tanah air untuk meningkatkan inovasi produknya sehingga mampu berdaya saing dengan produk impor. Apalagi, pasar Indonesia yang besar menjadi peluang bagi pengembangan industri mainan anak.

“Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja industri mainan anak agar dapat memberikan kontribusi signfikan terhadap perekonomian nasional,” tambahnya.

Ia juga menegaskan akan memberikan dukungan penuh dan kontribusi nyata bagi pengembangan industri nasional, termasuk sektor industri mainan anak.

“Meskipun di tengah kondisi pandemi, tetaplah konsisten dalam semangat meningkatkan produksi dan inovasi dalam menciptakan senyum bahagia anak-anak Indonesia, dan juga di seluruh dunia dengan produk mainan anak yang mendidik dan menyenangkan,” ungkapnya.

Terkait upaya menggenjot ekspor produk mainan nasional, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyatakan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Selain itu memfasilitasi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

“Ini menjadi kesempatan bagi para pelaku IKM untuk memperluas pasar ekspornya, dengan memperlancar proses produksi mereka,” kata Gati

Agar kinerja sektor industri mainan semakin produktif dan berdaya saing di tingkat global, Kemenperin telah mengusulkan mengenai pemberian insentif berupa super deductible tax. Selain itu, sektor industri mainan juga dapat memanfaatkan fasilitas fiskal berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

“Bahkan, dalam upaya melindungi produk dan pasar dalam negeri serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas, pemerintah menerapkan pemberlakuan SNI mainan anak secara wajib,” pungkasnya.


https://rri.co.id/ekonomi/1081413/ekspor-meningkat-produsen-mainan-anak-harus-inovatif?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Media

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi