Eks Kepala BNN: Nia dan Ardi Harus Direhabilitasi Bukan Penjara

14 January 2022, 4:32

Jumat, 14 Januari 2022 – 03:35 WIB

VIVA – Mantan Kepala BNN Komisaris Jenderal (Purn) Anang Iskandar angkat suara mengenai vonis satu tahun penjara terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Menurut Anang, vonis tersebut tidak tepat dan seharusnya keduanya bukan dipenjara melainkan direhabilitasi.

“Kalau dihukum ada UU narkotika itu ya kan perlu dipahami oleh semuanya termasuk hakim-hakim seluruh Indonesia. Bahwa hukuman bagi terdakwa yang terbukti sebagai penyalahgunaan, itu hukumannya rehabilitasi, bukan penjara. Itu (kata ) UU narkotika,” kata Anang, Jumat 14 Januari 2022.

Anang menjelaskan, dalam putusan hakim menjabarkan jika Ardi dan Nia bukan korban penyalahgunaan narkoba dalam arti orang yang dibujuk, dirayu, diperdaya mempergunakan narkoba. 

“Tapi Nia Cs itu bukan golongan korban, tapi penyalahguna dalam keadaan ketergantungan. Itu hukumannya rehabilitasi,” jelas Anang.

 Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

 Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Anang yang juga mantan Kabareskrim itu menambahkan, seharusnya semua hakim perlu belajar mengenai Undang-undang dan hukum narkotika terlebih dahulu. Hakim kata dia dalam melakukan tugasnya tidak berpedoman pada tujuan UU narkotika dan menyengsarakan masyarakat, mestinya menghukum rehabilitasi tapi fakta menghukum penjara seperti yang dialami oleh Nia cs, hakim yang demikian patut mendapatkan pembinaan agar memahami UU narkotika secara utuh.

“Kalau saya ketua MA saya tatar hakim-hakim seluruh indonesia agar memahami ruh nya UU narkotika,” tambah dia.


https://www.viva.co.id/berita/nasional/1440452-eks-kepala-bnn-nia-dan-ardi-harus-direhabilitasi-bukan-penjara?headline=1

Partai

Institusi

K / L

,

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi