Earth Hour di Jakarta Kurangi 160,23 Ton Karbon Dioksida

3 April 2022, 13:36

 

PIKIRAN RAKYAT – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta telah berpartisipasi melaksanakan pemadaman lampu dalam peringatan Earth Hour 2022 pada 26 Maret 2022 lalu. 

Selama 1 (satu) jam pada pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB, pemadaman dilakukan di beberapa titik Ibu Kota. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, aksi pemadaman lampu tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penghematan energi, penghematan ekonomi, serta penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK). 

“Dari hasil perhitungan PLN setelah dilakukannya pemadaman lampu, ternyata dapat memengaruhi tiga hal yaitu, penghematan energi, penghematan ekonomi, dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK),” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 April 2022.

Baca Juga: Lirik Lagu To Lose dari Titi DJ yang Baru Dirilis, Jadi Balasan Hati-hati di Jalan dari Tulus

Lebih lanjut, Asep mengatakan, berdasarkan tabel perhitungan PLN, tercatat bahwa hasil pemadaman lampu selama 1 (satu) jam dapat menghemat konsumsi listrik sebesar 171,55 MWh, menghemat ekonomi sebesar Rp 247.837.924, dan penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 160,23 ton karbon dioksida.

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 14 tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam rangka Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon, yang mengimbau untuk melakukan pemadaman lampu sebanyak 3 (tiga) kali dalam satu tahun. 

Di antaranya, Peringatan Aksi Lingkungan bulan Maret, Peringatan Hari Bumi (22 April), dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni). 

Baca Juga: IIMS 2022: Mobil Formula Listrik Karya Mahasiswa UNY Unjuk Gigi


https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-014148922/earth-hour-di-jakarta-kurangi-16023-ton-karbon-dioksida

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi