Drone Buatan Startup Indonesia Uji Coba Kirim Obat-obatan di Daerah Terpencil

3 November 2021, 9:36

Merdeka.com – Beehive Drones, startup yang didanai Telkomsel melalui program akselerator Tinc, melakukan uji coba operasional drone untuk logistik di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada akhir Oktober. Aktivitas uji coba ini adalah bagian dari rangkaian Beehive Drones sebagai penyedia sistem logistik obat-obatan di pulau dan daerah terpencil.

Dalam menggelar uji coba ini, Telkomsel bekerja sama Beehives Drones dengan Tinc (Telkomsel Innovation Center), Departemen Teknik Transportasi Laut ITS, Kemdikbudristek, dan Kabupaten Sumenep.

Kabupaten Sumenep dipilih sebagai lokasi uji coba mengingat terdapat gugusan pulau kecil yang membutuhkan sistem logistik terpadu. Saat ini kebutuhan logistik di pulau-pulau tersebut dilayani kapal, sayangnya kapal tidak selalu siap memasok kebutuhan tiap dibutuhkan.

Untuk itulah, Beehive Drones berupaya menyediakan drone yang mengirim suplay medis sebagai solusi untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi konvensional.

Target dari uji coba ini adalah, drone untuk mengangkut kebutuhan logistik bisa dioperasikan pada semester pertama 2022. Sekadar informasi, wacana penggunaan drone untuk solusi logistik sudah dibicarakan beberapa tahun belakangan. Sayangnya, persoalan regulasi dan kesiapan wilayah udara Indonesia masih menjadi hambatan.

CEO Beehive Drones, Albertus Gian Dessayes, mengatakan uji coba di Sumenep adalah momen penting perusahaan sekaligus bagi lanskap penyedia layanan sistem penerbangan drone di Indonesia. Sementara bagi logistik Indonesia, drone jadi jawaban atas permasalahan last-mile delivery.

Dengan drone, distribusi konvensional bisa lebih terbantu karena waktu antar dan kepraktisan dalam distribusi. Selain menggunakan drone, startup ini juga mengandalkan kapal laut dalam alur logistik last-mile delivery. Ia mengatakan, drone tidak mematikan logistik lain, tetapi menjadi pelengkap dan kolaborasi dengan transportasi konvensional.

Vice President Business Development Telkomsel, Jockie Heruseon menyebut, insiatif Beehive Drones ini merupakan salah satu contoh perwujudan komitmen Tinc untuk dapat berkolaborasi dengan startup Tanah Air dalam menghadirkan solusi digital inovatif yang dapat memecahkan permasalahan di tengah-tengah masyarakat.

“Pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak yang dilakukan bersama Beehive Drones untuk kebutuhan logistik menghadirkan solusi untuk membantu masyarakat di area-area yang sulit terjangkau,” katanya.

Ia mengatakan, inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Telkomsel mendorong pemanfaatan teknologi digital secara merata untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat hingga wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).

“Ke depannya melalui Tinc, Telkomsel akan membuka peluang berkolaborasi dengan startup Tanah Air untuk menghadirkan solusi bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

Sekadar informasi, Beehive Drones didirikan tiga orang yang bertemu di Inggris, saat menempuh pendidikan master. Ketiga pendirinya adalah Albertus Gian Dessayes, Anindita Pradana Suteja, dan Ishak Hilton Pujantoro Tnunay.

Pada inisiatif pertamanya, bidang agrikultur dan kehutanan menjadi fokus Beehive Drones. Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dalam sebuah kompetisi inovasi teknologi di tahun 2018.

Dari kompetisi tersebut, Beehive Drones mengembangkan sayapnya lebih lanjut. Kini, perusahaan rintisan ini menyediakan sistem pelayanan drone sebagai untuk membantu sejumlah industri konvensional di Indonesia. [faz]


https://www.merdeka.com/teknologi/drone-buatan-startup-indonesia-uji-coba-kirim-obat-obatan-di-daerah-terpencil.html

 

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi