DKI Ancam Cabut Izin Tempat Usaha Pariwisata Sediakan Judi dan Erotisme

3 April 2022, 12:09

Jakarta: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta melarang usaha pariwisata menyediakan praktik judi dan erotisme. Bila ditemukan, tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) tempat usaha pariwisata yang dapat beroperasi selama ramadan akan dicabut.
 
Kepala Dinas Parekraf DKI Andhika Permata mengatakan akan ada sanksi bagi setiap pelanggaran aturan beroperasi selama ramadan. Mulai sanksi administrasi hingga pencabutan tanda daftar usaha.
 
“Diharapkan para pelaku usaha pariwisata di Jakarta dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan agar suasana bulan ramadan hingga Hari Raya Idulfitri di Jakarta tetap nyaman dan kondusif,” kata Andhika dikutip dari Antara, Minggu, 2 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor e-0001/SE/2022 tentang Waktu Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulditri Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi. Surat Edaran itu mengatur jenis usaha yang dapat beroperasi dan jam operasionalnya, serta ketentuan penyelenggaraan usaha pariwisata selama ramadan.
 
Baca: DKI Larang Usaha Hiburan Jual Minuman Beralkohol Selama Ramadan
 
Jenis usaha ‘karaoke keluarga’, dapat beroperasi mulai pukul 14.00 hingga 21.00 WIB selama ramadan. Jenis usaha bar atau rumah minum yang berdiri sendiri serta yang menjadi fasilitas usaha karaoke, pub/musik hidup (live music) tidak diperbolehkan menjual minuman beralkohol selama ramadan, kecuali terpadu dengan area hotel minimal bintang empat.
 
Usaha pariwisata tidak diperbolehkan memasang reklame/poster/publikasi/serta pertunjukan film dan pertunjukan lainnya yang bersifat pornografi, pornoaksi dan erotisme. Serta, tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan.
 
Usaha pariwisata tidak diizinkan menyediakan hadiah dalam bentuk dan jenis apapun. Lalu, dilarang memberikan kesempatan untuk melakukan taruhan/perjudian, peredaran dan pemakaian narkoba, serta harus menghormati/menjaga suasana yang kondusif pada ramadan dan idulfitri, serta mengharuskan karyawan dan mengimbau pengunjung agar berpakaian sopan.
 
Selain itu, usaha pariwisata wajib tutup pada waktu tertentu. Rinciannya, satu hari sebelum ramadan, satu hari sebelum hari raya idulfitri atau tepatnya malam takbiran. Hari pertama dan kedua idulfitri, satu hari setelah idulfitri, dan malam Nuzulul Quran (17 Ramadan).
 

(AGA)


https://www.medcom.id/nasional/metro/4baqJyRb-dki-ancam-cabut-izin-tempat-usaha-pariwisata-sediakan-judi-dan-erotisme

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi