Dikecam soal Penanganan Corona di Kudus, Ganjar Pasang Badan

17 June 2021, 2:41

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Detik)

Rabu, 16/06/2021 19:05 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Detik)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Detik)

Kudus, Jawa Tengah, law-justice.co – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendapat reaksi keras terkait penanganan corona di Kabupaten Kudus. Kritikan itu datang saat ia memutuskan untuk memindahkan isolasi pasien corona di Kudus ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Ia mengatakan keputusan itu diambil karena Kudus tidak memiliki tempat isolasi terpusat. Karena itu, dengan bantuan dari TNI dan Polri, pasien corona diminta melakukan isolasi di asrama haji tersebut. “Dan ada seorang dokter menyampaikan sampeyan tuh sama Ganjar bukan begitu caranya urusan kesehatan ya penanganannya jangan memaksa-maksa. Agak sinis sih ngomongnya pakai rekaman suara. Tapi saya terima,” ujar Ganjar dalam webinar bersama dengan Keluarga Alumni UGM Yogyakarta (Kagama), Rabu (16/6/2021).

Menurut Ganjar, pemusatan isolasi itu penting untuk menyelamatkan warga. Meski begitu, ada dua pasien di asrama haji itu meninggal dunia saat menjalani isolasi.
“Memang ada yang meninggal dan biasanya kalau ada yang meninggal harus ada yang disalahkan. Maka saya bilang, salahkan saya. Saya yang bertanggung jawab,” tegasnya.

“Tapi inilah yang harus kita lakukan karena kalau kita membiarkan orang isolasi di rumah itu saja sama dengan menyebarkan penyakit dengan sukarela. Maka kita sedikit represif kemarin,” imbuhnya.

Meski begitu, Ganjar meminta masyarakat dan pemerintah daerah saling membantu dan menjaga satu sama lain demi mencegah penyebaran virus corona ke lingkungan yang lebih besar lagi. “Kepanikan ini tidak boleh lama-lama. Kita minta 5M dan 3T terus dilakukan dan ditingkatkan. Semakin tinggi kasus yang kita tahu, maka kita bisa melayani rakyat. Supaya mohon maaf tidak banyak yang meninggal, dan bisa tertangani secepatnya,” kata Ganjar.

Kasus aktif corona di Kudus per Rabu (16/6) terpantau mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dilansir corona.jatengprov.go.id, total kasus aktif di Kudus capai 2.124 orang.

Jumlah ini menurun ketimbang hari sebelumnya yang mencapai 2.232. Namun, jumlah orang yang meninggal karena corona di Kudus naik per hari ini. Totalnya mencapai 917 orang.

 

(Devi PuspitasariEditor)


https://www.law-justice.co/artikel/110775/dikecam-soal-penanganan-corona-di-kudus-ganjar-pasang-badan/

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi