Diduga Terlibat Dalam Bisnis PCR, Luhut Angkat Bicara, Mohon Disimak!

3 November 2021, 18:06

Menteri Koordinator Maritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan membantah dirinya terlibat dalam Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang sedang ramai dibicarakan sekarang.

Dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis PCR ramai dibicarakan setelah laporan investigasi yang dilakukan Majalah Tempo Edisi 30 Oktober 2021 tentang sejumlah laboratorium yang diduga dimiliki sejumlah pejabat di tanah air.

Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi dengan tegas manampik dugaan keterlibatan Luhut. Dia kemudian menjelaskan panjang lebar mengenai LAB milik Luhut yang disinggung laporan majalah Tempo tersebut.

Baca Juga: Dugaan Menterinya Jokowi Cari Cuan Lewat Bisnis PCR, PKS Teriak Kencang Banget: Harus Dibongkar!

“Pertama, perlu saya perjelas bahwa Toba Bumi Energi adalah anak perusahaan Toba Bara Sejahtra, dan saham Pak Luhut yang dimiliki melalui Toba Sejahtra di Toba Bara Sejahtra (TBS) sudah sangat kecil yaitu dibawah 10 persen, jadi Pak Luhut tidak memiliki kontrol mayoritas di TBS, sehingga kita tidak bisa berkomentar terkait Toba Bumi Energi,” ujar Jodi kepada awak media di Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Kemudian terkait GSI Lab, Jodi mengakui bahwa Menko Marinves Luhut pernah diajak oleh koleganya dari Grup Indika, Adaro dan Northstar yang memiliki inisiatif untuk membantu menyediakan tes Covid dengan kapasitas test yang besar.

“Karena hal ini dulu menjadi kendala pada masa-masa awal pandemi ini adalah salah satu kendala. Jadi total kalau tidak salah ada 9 pemegang saham disitu. Yayasan dari Indika dan Adaro adalah pemegang saham mayoritas di GSI ini,” demikian jelas Jodi.

“Kalau dilihat grup-grup itu kan mereka grup besar yang bisnisnya sudah well established dan sangat kuat dibidang energi, jadi GSI ini tujuannya bukan untuk mencari profit bagi para pemegang saham. Sesuai namanya GSI ini Genomik Solidaritas Indonesia, memang ini adalah kewirausahaan sosial. Malah diawal-awal GSI ini gedungnya diberikan secara gratis oleh salah satu pemegang sahamnya, agar bisa cepat beroperasi pada periode awal dan membantu untuk melakukan testing covid-19,” jelasnya.

Lihat Sumber Artikel di Populis Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.


https://m.wartaekonomi.co.id/read371974/diduga-terlibat-dalam-bisnis-pcr-luhut-angkat-bicara-mohon-disimak?utm_source=direct

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi