Desak KOMNAS HAM Lakukan Penyelidikan Terhadap Aparat yang Tewaskan 6 Laskar FPI: Pelanggaran HAM Berat!

2 November 2021, 23:02

Akademisi Cross Culture, Ali Syarief menanggapi kasus dugaan unlawful killing terhadap 6 anggota Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Melalui akun Twitter pribadinya @alisyarief, ia menyebut ada surat tugas yang diberikan kepada para tersangka pembunuhan 6 Laskar FPI.

Dalam unggahannya, Ali Syarief menilai, seharusnya hal tersebut menjadi titik sidik KOMNAS HAM.

“Yg menarik dr kasus KM50 itu, ada Surat Tugas kepada para pelaku pembunuhan 6 laskar FPI,” ujarnya dilansir Galamedia dari akun Twitter @alisyarief pada Selasa, 2 November 2021.

Tak berhenti disitu, Ali kemudian mengatakan, adanya surat tugas seharusnya menjadi titik sidik Komnas HAM dalam memahami dugaan kejahatan yang dilakukan aparat negara kepada rakyatnya.

Ia kemudian menyebut dugaan unlawful killing terhadap 6 Laskar FPI ini merupakan pelanggaran HAM berat.

“Ini keterangan yg hrs menjadi titik sidik KOMNAS HAM memahami sebagai dugaan kejahatan Aparat Negara kepada Rakyatnya,” ucapnya.

“Maka itu artinya Pelanggaran HAM berat,” sambungnya.

Seperti diketahui, saksi dalam sidang lanjutan perkara kasus dugaan unlawful killing KM 50 mengungkap sosok yang memerintahkan pembuntutan rombongan Habib Rizieq Shihab (HRS) adalah Dirkrimum Polda Metro Jaya.

Saksi bernama Toni Suhendar yang didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) itu merupakan anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Ia mengaku turut diperintahkan membuntuti rombongan Habib Rizieq. Ditanya JPU siapa yang memerintahkan penyidikan dan penyelidikan, Toni menjawab Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Ia juga mengatakan perintah dari Dirkrimum Polda Metro Jaya itu tertuang dalam Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP.Lidik/5626/XII/2020/Ditreskrimum tertanggal 05 Desember 2020 mengenai tindakan kepolisian dalam rangka penyelidikan.

Penyelidikan didasarkan pada informasi yang didapat dari hasil Patroli Cyber terkait rencana menggerakkan jutaan masa PA 212 untuk menggeruduk Polda Metro Jaya sebagai respons terhadap surat panggilan kedua terhadap Habib Rizieq.

Toni mengungkap ada tujuh anggota kepolisian yang turut mendapatkan mandat untuk membuntuti laskar pengawal Habib Rizieq.***

Foto: Akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief/Net


https://www.oposisicerdas.com/2021/11/desak-komnas-ham-lakukan-penyelidikan.html

Partai

Institusi

BUMN

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi