Dampak Pandemi, 7.500 Pernikahan Usia Dini Terjadi di Sumsel

16 September 2021, 18:04

Dampak Pandemi, 7.500 Pernikahan Usia Dini Terjadi di Sumsel

Tren pernikahan usia dini di Sumatera Selatan ( Sumsel ) masih tinggi dari data Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel tercatat ada 13 persen lebih jumlah pernikahan usia dini pada 2020.

Kepala Dinas PPPA Sumsel, Henny Yulianti, mengatakan salah satu penyebab pernikahan usia dini karena tidak sekolah apalagi pada 2020 merupakan awal munculnya virus COVID-19 yang membuat anak-anak harus belajar dari rumah.

“Banyak alasan mereka tapi salah satu alasanya karena para anak tidak bersekolah membuat mereka menikah,” jelas dia, Kamis (16/9).

Dari data Kemenag Sumsel 2020 jumlah pernikahan 2020 lalu sebanyak 58.715 artinya pernikahan usia dini terjadi sebanyak 7.500. “Meski demikian ada penurunan di 2020 yakni 13,44 persen dibandingkan 2019 13,53 persen,” katanya.

Meski begitu Henny tidak dapat memprediksi ada peningkatan atau penurunan pernikahan anak di tahun ini. “Kami belum bisa menyimpulkan nantinya seperti apa. Tapi kami tetap berupaya maksimal menurunkan pernikahan yang berpengaruh negatif terhadap anak,” katanya.

Menurutnya ada lima daerah yang menjadi penyumbang Sumsel untuk pernikahan usia dini diantaranya, Ogan Komering Ilir (OKI), Muratara, Oku Selatan, Oku Timur dan Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

“Ke lima daerah ini yang menjadi fokus utama kami untuk melakukan upaya penurunan pernikahan usia dini,” katanya.

Pihaknya pun tidak henti melakukan upaya penurunan angka salah satunya dengan melakukan sosialisasi Perlindungan Khusus Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) tentang bahaya usia dini.

“Sosialisasi ini kami akan lakukan di semua daerah terutama di lima daerah yang terbanyak menyelenggarakan pernikahan usia dini,” ujar Henny.

Sementara itu, UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No. 1/1974 tentang Perkawinan telah menaikkan usia minimal kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun.

Usia kawin perempuan dan laki-laki sama-sama 19 tahun. Meski begitu, UU Perkawinan tetap mengatur izin pernikahan di bawah usia 19 tahun. Syaratnya, kedua orang tua calon mempelai meminta dispensasi ke pengadilan.

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi