Daerah Diminta Tentukan Tiga Komoditas Unggulan Hortikultura

17 June 2021, 0:20

KBRN, Jakarta: Pemerintah berupaya membangun kemandirian dan pemulihan ekonomi daerah. Salah satu upayanya dengan cara mengembangkan komoditas unggulan daerah dalam rangka mengamankan ketersediaan pangan dan stabilisasi harga.

“Pemda (Pemerintah Daerah) perlu menentukan tiga komoditas unggulan daerah dan fokus pada pengembangan komoditas tersebut serta membangun ekosistem kemitraan closed loophulu hilir pada komoditas hortikultura,” tegas Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id, Rabu (16/6/2021).

Sejalan dengah hal tersebut, Pemerintah Pusat menginisiasi program kerjasama antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan PT Bintang Toedjoe (BT) sebagai off taker jahe merah serta pengembangan kemitraan closed loophortikultura.

Sementara itu, Bupati Ngada (NTT) Paru Andreas menyampaikan, bahwa kelebihan Kabupaten Ngada ada pada lahan yang sangat subur dan jarang tersentuh pestisida sehingga menghasilkan produksi pertanian yang organik. Kelebihan ini menjadikan beberapa investor mulai melirik wilayah tersebut untuk berinvestasi.

Keseriusan Kabupaten Ngada dalam mengembangkan jahe merah diwujudkan dengan alokasi Anggaran Pendaoatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengembangan jahe merah seluas 500 hektar dan juga penyediaan lahan 1 hektar khusus untuk pembibitan jahe merah.

“Pemda (Ngada) mendukung proses bisnis hulu hilir jahe merah. Saat ini sudah ditanam jahe merah seluas 8 hektar dan sedang disiapkan penanaman pada luasan 100 hektar,” kata Andreas.

Sari Pramadiyanti, Head of Business Development PT BT mengusulkan kepada Pemda agar membangun industri pengolahan dan alat pengelolaan pasca panen jahe merah agar jahe merah yang nantinya akan dikirim ke PT BT sudah dalam bentuk simplisia. 

“Selain lebih efektif dan efisien, simplisia ini akan menambah daya saing dan lebih kompetitif,” ujar Sari.

Pada kesempatan yang sama, berlangsung juga penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Bupati Ngada dengan PT Manna Indonesia Group (MIG) terkait kerja sama ekspor hasil produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Ngada berupa kopi Bajawa untuk diroasting dan diekspor ke Malaysia dan beberapa negara di Timur Tengah.

“Pemerintah mengapresiasi kerjasama yang mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. Apalagi melalui peningkatan ekspor yang ditujukan untuk meningkatkan ekonomi daerah dan devisa negara,” urai Yuli.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga perwakilan Kementerian Desa dan PDTT, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta perusahaan swasta sebagai offtaker maupun eksportir. 


https://rri.co.id/ekonomi/1081338/daerah-diminta-tentukan-tiga-komoditas-unggulan-hortikultura?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Media

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi