Cegah Radikalisme, Densus 88 Bina Khatib di Sumenep

30 May 2022, 17:03

Pembinaan katib oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri kepada para katib di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu 28 Mei 2022. ANTARA/HO-Kominfo Sumenep

TEMPO.CO, Jakarta – Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan pembinaan kepada khatib di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pembinaan dilakukan sebagai upaya mencegah radikalisme di kalangan masyarakat.

“Para khatib menjadi sasaran pembinaan dalam berupaya mencegah penyebaran paham radikal, karena mereka memiliki peran sentral dalam menyampaikan pesan dan narasi agama yang damai, dan menyejukkan umat,” kata Kanit Subdit Kontra Radikal Densus 88 Antiteror Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Moh Dofir dalam keterangan tertulis, Senin, 30 Mei 2022.

Sebanyak 75 katib dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep mengikuti pembinaan hasil kerja sama antara Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, dan sejumlah organisasi keagamaan.

Menurut Dofir, pembinaan intoleransi dan pencegahan paham radikal penting dilakukan. Pasalnya berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa apabila dibiarkan. Sikap intoleran timbul, akibat rendahnya pengetahuan keagamaan, cenderung tertutup dalam pergaulan, dan terlalu mengedepankan norma agama tanpa melibatkan norma sosial, sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Sedangkan radikalisme merupakan paham yang dianut oleh seorang atau sekelompok yang menginginkan adanya perubahan di bidang sosial maupun di bidang politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan,” kata Dofir.

Dia menyebut penyebaran paham radikal mulai memanfaatkan banyak media seperti media sosial facebook, twitter, instagram, dan media sosial lainnya. “Karena itu, pada kegiatan pembinaan kali ini, para katib kami beri pemahaman bagaimana bisa mewujudkan iklim yang menyejukkan melalui narasi pesan agama saat yang bersangkutan menyampaikan ceramah kepada umat,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya perlu bersinergi dengan semua pihak untuk menangkap paham radikal dan intoleran dengan cara bekerja sama dengan tokoh agama dan instansi terkait untuk menumbuhkan Islam yang damai dan cinta Tanah Air.

Pembinaan dihadiri Ketua Aswaja Center PWNU Jatim KH Ma’ruf Khozin, mantan napiter Ustaz Mukhtar, dan mantan Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, serta Forkopimda Sumenep. Adapun kegiatan ini merupakan yang kelima setelah di Kabupaten Pamekasan, Bangkalan, Palu, dan Poso.

MUTIA YUANTISYA

Baca: Boy Rafli Ungkap Modus Baru Radikalisme di Kampus


https://nasional.tempo.co/read/1596544/cegah-radikalisme-densus-88-bina-khatib-di-sumenep

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi