Buleleng Fokus Turunkan Angka Stunting Melalui Program Bangga Kencana BKKBN

3 November 2021, 11:41

Buleleng Fokus Turunkan Angka Stunting Melalui Program Bangga Kencana BKKBN

PEMERINTAH Kabupaten Buleleng, Bali mendukung penuh Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dicanangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Dukungan penuh diberikan Pemkab Buleleng dengan tujuan menurunkan angka stunting, yang saat ini terjadi di Kabupaten Buleleng,” kata Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat dikonfirmasi, Rabu (3/11).

Ia mengaku sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Luh Gede Sukardiasih agar penurunan angka stunting di Buleleng lebih digencarkan.

Baca juga: Pasien Covid-19 di Yogyakarta Bertambah 29 Orang

Program Bangga Kencana ini, kata Wabup Sutjidra, diawali dengan pendataan keluarga agar Pemkab Buleleng mengetahui secara jelas sasaran yang harus diintervensi dengan program dan kegiatan-kegiatan yang produktif bagi generasi muda.

Sejauh ini, sudah ada beberapa program Bangga Kencana yang dilakukan Pemkab Buleleng, salah satunya pendirian kampung-kampung Keluarga Berkualitas (KB) di wilayah Kabupaten Buleleng.

“Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu adalah kampung KB. Kampung KB di Kabupaten Buleleng sudah ada 22 kampung KB, itulah yang menjadi percontohan Bangga Kencana,” ujarnya.

Selain itu, dirinya menyebutkan program lain yang sudah berjalan di Kabupaten Buleleng dalam rangka mendukung program Bangga Kencana adalah pengendalian laju pertumbuhan jumlah penduduk.

“Pelaksanaan Program Bangga Kencana khususnya berkaitan dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk sudah berjalan bahkan sudah terkendali,” kata Wabup Sutjidra

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Bali Ni Luh Gede Sukardiasih, saat dikonfirmasi, membenarkan telah bertemu Pemkab Buleleng untuk program penurunan stunting.

Ia menjelaskan Program Bangga Kencana 2021 fokus untuk menurunkan angka stunting. Hal itu karena stunting berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.

“Hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada pada 27,67% pada 2019,” imbuhnya

Untuk memenuhi target stunting 14%, dirinya sudah melakukan penjaringan untuk Tim pendamping keluarga (TPK) akan dipenuhi sesuai target sebanyak 610 yang terdiri dari bidan, TP PKK desa, dan kader KB.

“Kita akan lakukan koordinasi lintas sektor untuk percepatan penurunan stunting yang wilayah sasarannya di 148 desa,” ucap Sukardiasih

Tim pendampingan ini dilakukan guna Provinsi Bali, Khususnya Pemkab Buleleng, pada 2024 bebas stunting. Ini merupakan komitmen pemerintah pusat sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

“Awal Agustus 2021, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” pungkas Sukardiasih. (OL-1)


Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Provinsi

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi