Bos OJK: Kami Ikut Kawal Babak Baru Pengelolaan Bank Muamalat

16 September 2021, 14:22

Bos OJK: Kami Ikut Kawal Babak Baru Pengelolaan Bank Muamalat

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh harapan tinggi terhadap pemulihan kondisi permodalan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk . Hal itu ditandai dengan penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) bersama Bank Muamalat dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Kami ikut mengawal babak baru pengelolaan Bank Muamalat dengan kondisi neraca serta keuangan yang semakin sehat. Ini kesempatan untuk berkembang lebih luas, termasuk melayani masyarakat memanfaatkan layanan dan produk keuangan syariah,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam siaran persnya, Kamis, 16 September 2021.

Menurut Wimboh daya tahan Bank Muamalat telah teruji sehingga menjadi keyakinan tersendiri bagi otoritas agar manajemen menjaga amanah ini dengan baik. OJK juga mendorong transformasi perbankan syariah di Indonesia menjadi digital syariah bank.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Dengan transformasi digital syariah bank, maka akan memiliki nilai tambah dalam persaingan. Terutama juga untuk investor dalam mengembangkan keuangan syariah di Indonesia,” tuturnya.

Wimboh optimistis kedepannya Bank Muamalat dapat menjadi role model bank syariah dalam memberikan layanan keuangan syariah dengan kualitas terbaik, konsep bagi hasil yang lebih kompetitif, serta didukung manajemen yang profesional dan integritas tinggi.

“Sehingga, harapan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Muamalat Indonesia akan menjadi lebih baik lagi,” harap Wimboh.

PPA saat ini resmi menjadi pengelola aset berkualitas rendah milik Bank Muamalat. Pengelolaan aset ini sejalan dengan langkah bank syariah tersebut untuk melakukan penguatan modal yang ditandai dengan penandatanganan MRA antara PPA, Bank Muamalat, dan BPKH.

Dalam MRA ini juga diatur mengenai hubungan hukum yang menjadi dasar pelaksanaan transaksi yang akan dilakukan secara terpisah di kemudian hari, antara lain, penerbitan dan pembelian instrumen berbasis syariah (sukuk), dan perjanjian pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat dengan mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, Bank Muamalat merupakan salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), yang terdaftar di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama (Kemenag).


Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi