Bongkar Deposit Box Indra Kenz di Bank, Polri: Kuncinya Hilang  

30 May 2022, 22:49

Liputan6.com, Jakarta Polisi memutuskan untuk membongkar deposit box milik Indra Kesuma alias Indra Kenz (IK), tersangka kasus dugaan penipuan investasi trading binary option lewat aplikasi Binomo. Hal itu lantaran kunci pembuka dinyatakan hilang.

“Waktu itu alasan saudara IK akan dicari kuncinya ya, ternyata kuncinya dicari dan tidak ketemu, dan kita lakukan pembongkaran ya. Jadi pembongkaran itu karena kunci daripada deposit box itu dicari dan tidak bisa ditemukan sehingga diberikan kuasa, sehingga dilakukan pembongkaran. Namun pembongkarannya tentu harus disaksikan petugas Bank BCA,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022).

Menurut Ahmad, isi dari deposit bix tersebut adalah dua sertifikat tanah atas nama Indra Kenz dan adiknya, Natalia Kesuma (NK). Adapun terkait dugaan kesengajaan menghilangkan kunci masih dalam pengusutan penyidik.

“Itu belum tahu. Yang jelas diberi tahu kemudian kita lakukan, kita lakukan, kita tentu membuka itu harus ada kuasa ya, kuasa dari pemilik yaitu saudara IK. Karena deposit box itu milik saudara IK,” kata Ahmad.

Sebelumnya, polisi menyita dua sertifikat tanah milik Indra Kesuma alias Indra Kenz (IK), tersangka kasus dugaan penipuan investasi trading binary option lewat aplikasi Binomo. Dokumen aset tersebut berada di dalam deposit box milik pria yang dikenal dengan sebutan crazy rich Medan itu.

“Hari Jumat kemarin tanggal 27 Mei atas kuasa dari saudara IK yang memberikan kuasa kepada penyidik, maka pada hari Jumat tanggal 27 Mei yang lalu, penyidik telah membongkar kotak atau deposit box milik saudara IK di Bank BCA,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022).

Menurut Ahmad, pembongkaran deposit box itu dilakukan dan disaksikan oleh pegawai Bank BCA. Usai pelaksanaan, ditemukan adanya dua serifikat atas nama Indra Kenz dan adiknya, Natania Kesuma (NK).

“Atas nama IK sendiri dan sertifikat kedua atas nama NK, kemudian juga ada flashdisk. Setelah itu dijadikan barang bukti. Dua sertifikat dan flashdisk setelah diamankan kemudian dilakukan penyitaan, dibawa oleh penyidik ke Bareskrim Polri untuk selanjutnya dijadikan barang bukti,” kata Ahmad.

 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong, sejumlah unit usaha Crazy Rich Medan, Indra Kenz di Medan sepi aktivitas.


https://www.liputan6.com/news/read/4974606/bongkar-deposit-box-indra-kenz-di-bank-polri-kuncinya-hilang

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi