Berniat Menolong Anjing Sakit, Warga Tangerang Malah Ditangkap Paksa

3 April 2022, 18:09

Tangerang: Seorang warga Cipondoh, Kota Tangerang, Christine, harus berurusan dengan kepolisian setelah membantu tiga ekor anjing. Pasalnya, ia dituding mencuri dari sang empunya.
 
Kejadian bermula saat Christine melihat poster penjualan tiga ekor anjing yang terpampang di dekat toko aki di kawasan Cipondoh. Di dalam poster tesebut tampak tiga ekor anjing dengan kondisi buruk.
 
“Tertulis jelas dalam poster itu jual tiga ekor anjing, jenis dua Husky dan satu Golden. Rencananya, saya mau mediasi ke owner untuk bisa diobati, tapi saya ke lokasi enggak ada anjingnya,” ujarnya, Minggu, 3 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Akhirnya, Christine pulang dengan tangan kosong. Tak jauh, ia melihat anjing yang sama di poster tengah diikat di pohon. Ia menunggu sang pemilik agar bisa membahas kondisi anjing tersebut.
 
“Saya samperin anjingnya. Saya sebagai manusia kan kasihan lihat anjing dengan kondisinya begitu. Saya lihat kondisi sudah parah ada luka di sikut, kencingnya juga berdarah, dan matanya infeksi. Jadi saya inisiatif bawa anjing itu untuk diobati,” jelasnya.
 
Setelah membawa anjing tersebut, Christine malah dituding mencuri karena membawa anjing tersebut dengan tergesa-gesa. “Tiba-tiba saya malah didatangi polisi mau ditangkap paksa, padahal saya engga mencuri. Ditanya kenapa saya lari, ya karena anjingnya besar-besar saya terbawa lari,” katanya. 
 
Christine menyayangkan polisi yang tidak memberikan kesempatan pada dirinya untuk menjelaskan. Padahal, Christine mengaku hanya ingin menolong. 
 
Baca: Wanita Spesialis Pencuri Mahar Pernikahan di Aceh Diciduk
 
“Saya kok malah dituduh pencurian, yang disayangkan kenapa polisi malah menyalahkan saya. Padahal niat saya mau menolong anjing-anjingnya itu,” ucap dia. 
 
Christine mengaku mempunyai bukti dari dokter hewan terkait anjing tersebut yang mengalami luka-luka.
 
“Saya ada bukti dari dokter kalau anjingnya itu ada infeksi, ada bakteri, bahkan ada yang lutut tergeser, saya ronsen dan di kantong kencingnya juga ada batu. Kata dokter kemungkinan dari makanan,” ungkapnya. 
 
Pihak kepolisian dari Polsek Cipondoh sempat menunjukan CCTV saat dirinya berinteraksi dengan anjing tersebut. Namun, dia membantah jika lokasi itu ada di pekarangan rumah pelapor. 
 
“Enggak ada pemanggilan, jadi saya mau mandi tiba-tiba dibilang ada kasus pencurian. Polisi menunjukan CCTV,  tapi masalahnya bukan di pekarangan yang punya, tapi lagi di jalan umum. Makanya saya kaget itu kan bukan bukti pencurian, cuma bukti memang saya ditempat itu sedang berinteraksi dengan anjingnya,” ucap Christine.
 
Ia mengaku tidak berniat akan membawa kabur anjing tersebut. Dirinya hanya mencoba menolong dan membawa anjing tersebut untuk bisa mendapat penanganan. 
 
“Saya enggak kabur, kalau memang saya benar mau curi anjingnya saya sudah curi dan saya jual kemudian saya kabur. Tapi tiba-tiba saya mau ditangkap paksa sampai ada polwan yang dateng mau tangkap. Padahal saya bilang saya mau tunggu lawyer saya untuk ke polsek, tapi polisi enggak mau tahu dan tetap maksa, bahkan sampai ada ancaman ke saya,” jelas dia.
 

(NUR)


https://www.medcom.id/nasional/daerah/nbwMLWEK-berniat-menolong-anjing-sakit-warga-tangerang-malah-ditangkap-paksa

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi