Begini Aturan Operasional Bisnis Hiburan Selama Ramadan

2 April 2022, 12:09

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menerbitkan aturan untuk industri hiburan selama ramadan. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor e-0001/SE/2022 Tentang Waktu Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri Tahun 1443 H.
 
“Aturan ini dibuat untuk menghormati pelaksanaan ramadan dan Idulfitri, serta demi kebaikan bersama. SE ini mengatur jenis usaha dan jam operasional selama bulan ramadan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, dilansir Media Indonesia, Sabtu, 2 April 2022
 
Andhika menuturkan bisnis hiburan yang termasuk dalam industri pariwisata tetap dapat beroperasional dengan beberapa penyesuaian. Namun, jenis usaha/subjenis usaha tertentu wajib tutup pada satu hari sebelum ramadan, satu hari sebelum Idulfitri/malam takbiran, sari pertama dan kedua Idulfitri, satu hari setelah Idulfitri, dan malam nuzulul qur’an.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Sambut Ramadan, Wapres Pesan Masyarakat Jangan Konsumtif
 
Selain itu, untuk jenis usaha karaoke keluarga selama ramadan beroperasional mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Jenis usaha bar/rumah minum yang berdiri sendiri dan yang menjadi fasilitas usaha karaoke, pub/musik hidup (live music) tidak diperbolehkan menjual minuman beralkohol selama ramadan, kecuali diselenggarakan menyatu dengan area hotel, minimal bintang 4.
 
SE ini tidak hanya mengatur jam operasional. tetapi juga ketentuan penyelenggaraan usaha pariwisata.

Berikut aturan yang berlaku saat ramadan untuk penyelenggaraan usaha pariwisata:

  1. Tidak diperbolehkan memasang reklame/poster/publikasi/serta pertunjukan film dan pertunjukan lainnya yang bersifat pornografi, pornoaksi, dan erotisme.
  2. Tidak diperbolehkan menimbulkan gangguan terhadap lingkungan.
  3. Tidak diperbolehkan menyediakan hadiah dalam bentuk dan jenis apapun;
  4. Tidak diperbolehkan memberikan kesempatan untuk melakukan taruhan/perjudian, peredaran dan pemakaian narkoba.
  5. Harus menghormati/menjaga suasana yang kondusif pada ramadan dan Idulfitri.
  6. Mengharuskan setiap karyawan dan mengimbau pengunjung agar berpakaian sopan.

Andhika mengatakan akan ada sanksi bagi setiap pelanggaran. Mulai dari sanksi administratif hingga pencabutan tanda daftar usaha pariwisata bagi usaha yang melanggar ketentuan.
 
“Diharapkan para pelaku usaha pariwisata di Jakarta dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan agar suasana ramadan hingga Idulfitri tetap nyaman dan kondusif,” jelas dia.
 

(DEV)


https://www.medcom.id/nasional/metro/lKYq9DXK-begini-aturan-operasional-bisnis-hiburan-selama-ramadan

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi