Jakarta Selatan, Jamkesnews -Achmad Lutfi (40) warga Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, merupakan peserta setia Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2016 silam. Lutfi sapaan akrabnya mengaku sudah pernah mengalami pergantian jenis kepesertaan sampai saat ini, hal itu membuatnya mengetahui bahwa manfaat pelayanan kesehatan yang didapatkan tetap sama meskipun dengan jenis kepesertaan yang berbeda.

“Sejak 5 tahun yang lalu saya beserta istri dan anak-anak sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Pertama kali itu kami terdaftarsebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya sudah dibayarkan pemerintah dan untuk kelas rawatnya itu kelas 3. Namun tahun 2018 karena saya sudah bekerja di perusahaan,jenis kepesertaan saya dirubah ikut dari kantor dan iurannya langsung dipotong dari gaji saya,” jelas Lutfi saat dijumpai pada Selasa (13/04).

Dirinya menceritakan setiap pengalaman keluarga kecilnya saat menggunakan kepesertaan Program JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, mulai dari dirinya sendiri, istri dan 3 anak tercintanya. Lutfi bersyukur saat dalam kondisi memerlukan pengobatan ia dan keluarga selalu terbantu, terutama pengalaman saat pengalaman mereka harus merelakan calon anak ke empat pergi disebabkan karena istrinya mengalami keguguran kandungan beberapa waktu lalu.

“Tahun 2019 lalu itu adalah pengalaman yang keluarga kami alami yang paling berat sejauh ini, karena kehilangan calon buah hatijadi tamparan buat saya dan istri untuk lebih menjaga pola hidup sehat dan lebih ekstra dalam menjaga kesehatan. Tapi yang saya cukup kagum dengan Program JKN-KIS karena semua biaya dari awal konsultasi kehamilan dan semua tindakan sampai dengan dipastikan bersih saya tidak mengeluarkan uang satu rupiah pun. Awalnya saya sempat khawatir akan ada biaya tambahan di luar iuran,” tambah Lutfi.

Tidak hanya sebatas pengalaman menggunakan manfaat pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, ternyata Lutfi merupakan pengguna setia aplikasi dan kanal layanan online milik BPJS Kesehatan. Sebagai pribadi yang hidup pada zaman serba canggih dirinya dan keluarga tak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan kemudahan dalam pelayanan administrasi kepesertaan.

“Semenjak hadirnya aplikasi Mobile JKN dan kanal layanan lewat Whatsapp itu semuanya jadi lebih mudah dan praktis, gak perlu meghabiskan waktu dan tenaga yang banyak kita sudah bisa dapat pelayanan yang sama dengan di kantor cabang. Terakhir saya sudah gunakan Mobile JKN itu untuk pindah fasilitas kesehatan dan pendaftaran pelayanan klinik secara online, terus juga sudah pernah coba Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA),” pungkas Lutfi.

Lutfi menutup pembicaraan dengan menyuarakan harapannya, ia berharap BPJS Kesehatan dengan Program JKN-KIS ini tetap ada sampai generasi selanjutnya, sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang terbantu dan mendapat kemudahan seperti halnya Lutfi dan keluarga.