Bakamla : Ancaman di Laut Sulawesi-Sulu Bersifat Nontradisional

3 November 2021, 18:47

https: img.okezone.com content 2021 11 03 337 2496241 bakamla-ancaman-di-laut-sulawesi-sulu-bersifat-nontradisional-i55aQbpTlO.jfif

JAKARTA – Dalam upaya peningkatan pengamanan di wilayah Laut Sulawesi-Sulu, Direktorat Strategi Keamanan Laut Bakamla RI bersama stakeholder terkait berusaha memberikan rumusan strategi terbaik yang dapat diimplementasikan instansi penegak hukum yang terlibat di kawasan tersebut.

Memperhatikan kondisi saat ini, salah satu permasalahan yang ditemui adalah sifat dari ancaman yang terjadi di wilayah Laut Sulawesi- Sulu.

“Tren tantangan yang terjadi saat ini, menunjukkan bahwa ancaman yang ada bersifat nontradisional,” ujar Kasi Perencanaan Strategi Kamla Bakamla RI, Letkol Bakamla Angga Reza, dalam Rakernis Perumusan Strategi Kamla hari ke-2, di Jakarta Pusat, Selasa (2/11/2021).

Kebijakan yang telah dibentuk sebagaimana tercantum dalam Trilateral Cooperative Arrangement Indonesia-Malaysia dan Filipina, menyatakan hanya berlaku bagi instansi militer ketiga negara. Menanggapi ancaman di Laut Sulawesi-Sulu yang bersifat nontradisional dan jenis ancaman yang beragam, dibutuhkan pelibatan dari instansi penegak hukum sipil dari ketiga negara terkait.

Ancaman nontradisional yang terjadi seperti terhadap sumber daya kelautan dan perikanan, kepabeanan, keimigrasian, narkotika, terorisme, serta ancaman lainnya. Tidak hanya itu, negara terlibat perlu memperhatikan ancaman dari aktor nonnegara. Di sini konteks yang dimaksud dengan aktor nonnegara adalah warga di Sanghie-Filipina yang tidak memiliki kewarganegaraan dan kerap kali melakukan tindak kejahatan di laut. Selain itu, sasarannya adalah individu dan negara tertentu, yang tidak menutup kemungkinan akan berdampak masif.

Selain itu, alasan digelarnya Rakernis ini untuk membentuk Kebijakan Keamanan Laut yang solid di instansi penegak hukum di Indonesia.

Baca Juga : Jaga Perairan Perbatasan Filipina, Bakamla Teken Kerja Sama dengan Pemkab Morotai

“Belum terdapatnya kerangka kebijakan internal yang melibatkan seluruh K/L (Kementerian/Lembaga) dalam penanganan dan penanggulangan ancaman di Laut Sulawesi-Sulu, maka Bakamla RI berusaha untuk menginisiasi agar tercipta strategi pengamanan laut yang kokoh di wilayah tersebut,” ucap Kasubdit Perumusan Strategi Kamla Bakamla Letkol Bakamla Iwan Muri.

Kegiatan diakhiri dengan adanya kesepakatan dalam Strategi Peningkatan Kolaborasi Pengamanan Laut Sulawesi-Sulu, dan menghasilkan empat poin fokus utama, sebagai berikut :

1. Mempertahankan kerangka kerja sama di dalam dan luar Negeri;

2. Memperkuat aturan hukum dalam penanganan dan penanggulangan ancaman di Laut Sulawesi-Sulu;

3. Meningkatkan unsur patroli secara berkesinambungan;

4. Meningkatkan imperopabilitas sistem Komunikasi dan sistem Informasi.

Melihat keseriusan dan antusiasme peserta Rakernis yang hadir, baik secara daring maupun luring, Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI Laksda Bakamla Tatit Eko Witjaksono, mengapresiasi atas pertukaran pikiran, dan saran yang dituangkan dalam kegiatan Rakernis Perumusan Strategi ini.

“Besar harapan kami melalui kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kerja sama antar Kementerian/Lembaga guna meningkatkan kolaborasi pengamanan di Laut Sulawesi-Sulu,” ujarnya seraya menutup kegiatan Rakernis.

Turut hadir dalam kegiatan, Direktur Strategi Kamla Bakamla Laksma Bakamla Joko Sutrisno, beserta jajaran, dan perwakilan instansi dan internal Bakamla yang hadir sebagai peserta.


https://nasional.okezone.com/read/2021/11/03/337/2496241/bakamla-ancaman-di-laut-sulawesi-sulu-bersifat-nontradisional?page=1

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi