Anggota DPRD TTU Diduga Rayu dan Kirim Foto Telanjang Dada ke Staf Perempuan

3 November 2021, 17:34

Merdeka.com – Percakapan WhatsApp berisi rayuan hingga foto telanjang dada yang diduga dikirim anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) kepada staf Sekretariat Dewan (Sekwan) beredar luas. Anggota DPRD berinisial AT itu diduga melakukan pelecehan verbal melalui aplikasi WhatsApp kepada dua PNS berinisial YD dan BT, yang bertugas sebagai staf di Sekretariat Dewan.

AT mengirim pesan itu saat sedang melakukan kunjungan kerja ke Bali, sejak Senin (25/10) hingga Jumat (29/10). YD mengaku, dirayu AT dan diajak menyusul ke kamar di salah satu vila di Bali. Rayuan tersebut ditolak korban dengan alasan sudah berkeluarga. Namun AT diduga tetap berupaya merayu.

Sedangkan BT juga mengaku dirayu dan dikiriman foto atasannya yang bertelanjang dada sambil tersenyum. BT yang ketakutan mengadu kepada Ketua Komisi I dan beberapa teman. AT lantas ditegur beberapa teman anggota DPRD.

Namun teguran itu malah membuat AT marah. Dia kemudian mengancam YD dan BT, memindahkan keduanya keluar dari Sekwan secara tidak hormat, lantaran telah menyampaikan isi pesan rayuannya kepada anggt DPRD lainnya.

Atas kasus tersebut, YD dan BT berniat melaporkan ke pihak Kepolisian. “Kita pasti membuat laporan polisi. Kalau bapak Wakil mabuk dan mengaku khilaf, kita sudah diam dan bisa dipahami. Namun tiba-tiba menyusul chat berisi pengancaman, ini membuat kita kerja dengan tidak nyaman”, kata BT diiyakan YD, Rabu (3/11).

Pihak keluarga YD dan BT masih berembuk untuk melanjutkan ke proses hukum. “Sejauh ini, saya dan suami sudah berkonsultasi dengan keluarga untuk menentukan jalur penyelesaian masalahnya. Kita lihat perkembangannya saja, karena selain mengirimkan pesan yang tidak senonoh, ada juga pesan bernada ancaman untuk saya dan BT,” kata YD.

Sementara itu, AT menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada BT dan YD) beserta keluarga besar, DPRD TTU, Partai Golkar serta masyarakat TTU, atau semua pihak yang merasa tidak nyaman.

“Saya merasa harus meminta maaf yang tulus kepada pihak yang merasa dirugikan atas kekhilafan saya. Sebagai manusia saya merasa bahwa tindakan yang saya lakukan tidak patut, bukan saja karena bertentangan dengan nilai-nilai agama yang saya anut, melainkan juga berlawanan dan bertentangan dengan nilai-nilai etis, tradisi dan budaya luhur masyarakat kita yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita,” demikian surat permohonan maaf AT kepada kedua korban, Selasa (2/11) kemarin.

AT menjelaskan, tidak ada niat sedikit pun dari hati dan pikirannya untuk merendahkan martabat kaum wanita.

“Karena saya dan semua laki-laki sesungguhnya lahir dari kandungan ibu atau kandungan kaum wanita. Dari hati saya yang paling dalam mengatakan: kaum ibu harus dijunjung tinggi harkat dan martabatnya; sebab tanpa ibu-ibu sesungguhnya kaum laki-laki tidaklah lengkap hidupnya,” lanjutnya. [cob]


https://www.merdeka.com/peristiwa/anggota-dprd-ttu-diduga-rayu-dan-kirim-foto-telanjang-dada-ke-staf-perempuan.html

 

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi