Analis: Saham GOTO Bakal Tertekan Jika Laporan Keuangan Tak Sesuai Harapan

30 May 2022, 15:06

Analis: Saham GOTO Bakal Tertekan Jika Laporan Keuangan Tak Sesuai Harapan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diprediksi akan mengalami tekanan dalam sepekan ke depan, jika hasil laporan keuangannya tidak sesuai harapan pelaku pasar.

“Apabila laporan keuangan GOTO tidak sesuai dengan harapan para investor, akan menyebabkan saham ini tertekan,” kata Analis PT Kanaka Hita Solvera (KHS) Andhika Cipta Labora saat dihubungi, Senin (30/5/2022).

Rawannya tekanan terhadap saham GOTO, kata Andhika, juga disebabkan adanya aksi ambil untung dari pelaku pasar.

Baca juga: Telkomsel Beli Saham GoTo Lebih Murah Daripada Investor Pra-IPO

“Pergerakan saham GOTO sudah naik banyak selama dua minggu ini, dan sudah rawan aksi profit taking,” ucapnya.

Pada 13 Mei 2022, saham GOTO ditutup anjlok ke level Rp 194 per saham, dan kemudian perdagangan hari selanjutnya terus mengalami kenaikan.

Pada akhir pekan kemarin, Jumat (27/5/2022), saham GOTO ditutup menguat 2,63 persen atau 8 poin ke level Rp 312 per saham.

Untuk perdagangan hari ini, sesi pertama ditutup stagnan di level Rp 312 dan 5 menit perdagangan sesi dua dibuka, saham GOTO melemah 0,54 persen ke posisi Rp 310 per saham.

Andhika menyebut, kurang aktraktifnya saham GOTO karena pelaku pasar masih menunggu hasil laporan keuangan yang akan dirilis manajemen pada sore ini.

Baca juga: Bukan Tekor, Telkom Klaim Untung Triliunan Rupiah Sejak Awal Inves di GoTo

“Selain menunggu hasil kinerja keuangan yang akan disampaikan oleh emiten, saham GoTo bergerak stagnan karena pada perdagangan sesi satu IHSG tertekan sebesar 0,52 persen,” paparnya.

Diketahui, manajemen GOTO akan mengumumkan kinerja keuangan dan operasional 2021 dan kuartal pertama 2022 pada sore ini.

Sebelumnya, dalam ringkasan laporan keuangan per 30 September 2021, GOTO membukukan pendapatan bersih senilai Rp 3,40 triliun.

Perolehan tersebut, eningkat 45,29 persen dibandingkan pendapatan bersih per September 2020 yang sebesar Rp 2,34 triliun.

Dalam periode sembilan bulan pertama 2021, rugi diatribusikan kepada pemilik entitas induk GOTO tercatat sebesar Rp 11,57 triliun, naik 11,03 persen dibanding rugi Rp 10,42 triliun per September 2020.


https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/05/30/analis-saham-goto-bakal-tertekan-jika-laporan-keuangan-tak-sesuai-harapan

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi