Anak Berkebutuhan Khusus yang Hilang Dua Hari Ditemukan Meninggal di Sungai

30 May 2022, 22:54

TF (6) seorang anak berkebutuhan khusus warga Griya Prambon Asri, Sidoarjo yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh orangtuanya pada Minggu (29/5/2022) kemarin ke Polsek Prambon, ditemukan meninggal dunia di sungai daerah Desa Kemu, Prambon Senin (30/5/2022).

“Hari ini kami mulai melakukan pencarian sejak jam 08.00 pagi dengan menerjunkan 20 personel dan melakukan penelusuran hingga jam 12.00 siang akhirnya ditemukan di bibir sungai,” kata AKP Sumono Kapolsek Prambon.

Sesuai kronologi yang dikonfirmasi Kapolsek Prambon, awalnya TF dititipkan ke sang nenek yang berusia 60 tahun, karena kedua orang tuanya sedang ada keperluan untuk mencari kontrakan baru.

Selama dititipkan di rumah neneknya, TF berada di rumah. namun saat itu sang nenek mengaku kedatangan tamu dari tetangga. Setelah menerima tamu, neneknya lupa mengunci pagar rumah dan dicurigai TF pergi keluar pagar.

Saat kedua orang tua TF pulang tepat pada pukul 10.00 WIB, keduannya menanyakan keberadaan sang anak. Akhirnya, mereka mencari di sekitar rumah bersama-sama namun tidak juga ketemu.

Ayah TF kemudian masih menyisiri jalan dan akhirnya menemukan celana pendek TF di pos kampling dekat rumah neneknya. Sang Ayah kemudian panik karena pos tersebut hanya berjarak tiga meter dari sungai yang ada di belakang pos itu.

Berita kehilangan TF, kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. “Radius pencarian kami yang pertama sepanjang 500 meter dan yang kedua 2 kilometer,” ujar AKP Sumono.

Dalam proses pencarian TF, Tim yang tergabung dari Polsek Prambon, Basarnas, dan Tim Gerak Cepat BPBD Sidoarjo, sempat mengaku kesulitan. Hal ini dikarenakan bantaran sungai yang sempit, membuat tim gabungan kesulitan melakukan manuver pencarian. Selain itu, diperparah dengan kondisi air sungai yang keruh dan bibir sungai yang penuh rerumbukan.

Setelah pencarian yang dilakukan selama 2×24 jam, tim gabungan akhirnya menemukan TF pada Senin siang pukul 12.00 siang di Desa Kemuh. “Jarak antara lokasi TF hilang dan TKP saat korban ditemukan sejauh 2 kilometer,” imbuh AKP Sumo.

Kapolsek Prambon itu menuturkan, kedalaman sungai tersebut sekitar 1,5 meter atau setengah badan pria dewasa. Sedangkan lebar sungai tersebut, kurang lebih antara 150 hingga 200 meter.

Setelah AF berhasil dievakuasi, tangis keluarga pecah tidak terbendung dan para warga banyak berkerumun di pinggiran sungai untuk melihat proses evakuasi.

“Sesuai SOP harusnya AF dilakukan autopsi namun pihak keluarga kurang berkenan dan akhirnya langsung dimakamkan,” tutur Kapolsek Prambon.

Dalam peristiwa naas yang dialami AF, pihak kepolisian tidak menemukan tanda kekerasan. Sedangkan terkait celana pendek yang ditemukan sang Ayah, tim pencarian gabungan justru menemukan AF mengenakan baju lengkap. (wld/bil/ipg)

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi