Amit-amit Tahun Depan Resesi, Orang Mulai BU Jual Rumah?

24 October 2022, 3:44

Jakarta, CNBC Indonesia – Isu resesi tengah ramai diperbincangkan. Dan, perlambatan ekonomi global diramalkan bakal berdampak juga pada Indonesia.
Meski begitu, hingga kini dilaporkan belum ramai orang-orang menjual rumahnya, meski biasanya kebutuhan memiliki uang tunai cenderung meningkat saat kondisi ekonomi terpuruk.
Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Clement Francis mengatakan, sampai saat ini belum ada peningkatan listing untuk rumah bekas, meski ada isu resesi di tahun depan.

“Listing rumah bekas belum ada peningkatan, masih ada yang kemarin-kemarin dari yang belum laku,” kata Clement, kepada CNBC Indonesia, Rabu (19/10/2022).

Menurut dia imbas resesi global terhadap sektor perumahan belum terasa. Terbukti, segmen ini masih memiliki peminat. 
“Dari segi properti belum ada pengaruh, malah penjualan naik. Artinya ada yang beli. Bahkan ada satu developer mau launching marketingnya yang datang 2.000 orang. Artinya animo cukup besar. Kemarin juga saya jualan rumah di Bali,” kata Clement.
Clement melihat minat masyarakat masih tinggi terhadap penjualan rumah dengan harga Rp 10 miliar ke bawah. Adapun beberapa wilayah yang saat ini mulai ramai ditanyakan adalah Pondok Indah, Kebayoran, dan Kelapa Gading.
“Kalau saya lihatnya itu di Pondok Indah, Kebayoran itu banyak minat yang Kelapa Gading. Kemarin ada satu klaster jualan kenceng Rp 1,5-an miliar di Jakarta Timur,” katanya.

Meski begitu, di laman e-commerce terlihat banyak penjualan rumah dengan embel-embel butuh uang (BU). Seperti rumah di kawasan Kembangan , Jakarta Barat dengan luas bangunan 160 meter persegi dengan harga Rp 2,3 miliar yang di-listing pada 27 Agustus lalu.
“Rumah Joglo Kembangan LT 207, jual murah cepat butuh uang,” tulis penjual bernama Wahyu, dikutip Rabu (19/10/2022).
Selain itu di jual juga rumah di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, dengan luas tanah 117 meter persegi dan luas bangunan 165 meter persegi dengan harga Rp 1,2 miliar. Penjual juga menggunakan embel-embel jual murah butuh uang.

Bergeser ke Jakarta selatan, rumah dengan luas tanah 242 meter per segi dan luas bangunan 200 meter persegi juga dijual dengan harga Rp 9,5 miliar.
“Di jual Cepat Butuh Uang Harga d bawah Pasaran lokasi tengah kota,” tulis penjual.
Penjual juga menuliskan harga rumah yang dekat tertera di bawah appraisal bank senilai Rp 9,8 miliar.

[-]

Bos Properti Ngaku Omzet Penjualan Rumah Lagi Drop, Kenapa?

(dce)

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi