Ajang JBD dan AJTF 2021, Jadi Stimulus Hidupkan Industri Pariwisata DIY

18 June 2021, 8:31

Ajang JBD dan AJTF 2021, Jadi Stimulus Hidupkan Industri Pariwisata DIY

BANTUL, KRJOGJA.com – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) DIY mulai bangkit dan bergerak dengan menggelar dua event sekaligus yaitu Jogja Bisnis Day (JBD) di Grand Rohan Jogja pada Kamis (17/6/2021) dan Asita Jogja Travel Fair (AJTF) bertempat di Sleman City Hall pada 18 hingga 20 Juni 2021 mendatang. Penyelenggaraan kedua event Asita tersebut menjadi stimulus upaya menghidupkan industri pariwisata yang berjalan beriringan dengan pemulihan kesehatan melalui adaptasi paket-paket wisata yang telah disiapkan.

“Selamat atas diselenggarakan JBD dan AJTF 2021 ini, keduanya merupakan upaya menghidupkan pariwisata yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19. Event ini justru nenjadi pendorong industri pariwisata tebarkan harapan kebangkitan, bersama kita bisa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutur Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno membuka secara daring gelaran JBD dan AJTF 2021.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo mengatakan pelaksanaan kedua event Asita DIY ini merupakan sinyal positif pariwisata di DIY bangkit. Sebab jika dilihat, ekosistem pariwisata tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, seperti wisatawan jalan sendiri alias berwisata mandiri tahun lalu yang tidak di handle biro perjalanan wisata, tidak ada pemandu dan sebagainya.

“Trennya adalah wisatawan mandiri jadi dengan adanya JBD dan AJTF 2021 ini kita merindukan ekosistem pariwisata yang ditangani biro perjalanan atau travel agen yang handal dan mengunakan transportasi wisata. Kemudian mengunjungi destinaso wisata, menginap di hotel bintang maupun non bintang, membawa oleh-oleh dan lainnya,” tuturnya.

Singgih menyatakan ekosistem pariwisata seperti itulah yang sangat dirindukan di DIY kedepannya. Untuk itu, semua pihak baik pemerintah, pelaku pariwisata maupun stakeholder sepakat bersama menghidupkan ekosistem pariwisata DIY.

“Kedua event ini menjadi momentum komunikasi buyer dan seller yang tidak hanya menjual DIY tetapi dari luar DIY yang bertemu di titik sana saling menjual dan membeli. Kami sangat mengapresiasi Asita DIY yang telah mengisiasi terselenggaranya JBD dan AJTF 2021,” tegasnya.

Singgih menuturkan industri pariwisata harus bisa berjalan beriringan dengan kesehatan. Keseimbangan ekonomi dan kesehatan inilah yang menjadi fokus utama. Ibaratnya pariwisata dan kesehatan adalah pedal sepeda yang harus tetap bergerak bersama-sama melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Semua komponen industri pariwisata adalah tim yang baik pemerintah, pelaku usaha industri yang bersama-sama saling mengingatkan, menguatkan dan saling menjaga. Terlebih guna menuju sebuah adaptasi terhadap pandemi diperlukan adaptasi paket pariwisata yang harus mengikuti semua pedoman protokol kesehatan.

“Mari bergerak bersama tidak perlu menunggu pandemi berakhir.karena sekecil apapun memberi manfaat dampak terhadap bangkitnya industri pariwisata,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Produk Asita DIY sekaligus Ketua Panitia JBD dan AJTF 2021 Andri Supriatna Sasmita menambahkan pelaku biro perjalanan wisata atau travel agent DIY sudah saatnya bangkitkan kembali dunia pariwisata yang semuanya terdampak dan terpuruk akibat pandemi. Pihaknya berhasil mengundang 32 seller baik dari perhotelan, pengelola destinasi maupun dinas terkait dari dalam maupun luar DIY serta 64 buyer yang sebagian besar merupakan anggota Asita.

“Kita harus optimis dan semangat memulihkan dan membangkitkan pariwisata DIY,” katanya. (Ira)


Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi