4 Tokoh yang Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

17 August 2022, 8:46

https: img.okezone.com content 2022 08 16 337 2649010 4-tokoh-yang-berjuang-mempertahankan-kemerdekaan-indonesia-FL3EOSoLrS.jpg

USAI mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa Indonesia belum sepenuhnya berakhir. Sebab, tentara asing seperti Belanda dan Inggris kembali datang ke Tanah Air untuk menguasai dan merebut kemerdekaan.

Namun, hal itu tidak sempat terwujud lantaran Indonesia memiliki pejuang-pejuang yang tangguh dan siap melakukan apa saja demi mempertahankan kemerdekaan. Siapa sajakah mereka? Berikut informasi lengkapnya, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (17/8/2022) :

1. Jenderal Soedirman

Peran terkenal Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah dengan memimpin perang gerilya pada 1948. Soedirman yang mendengar pasukan Belanda sudah bergerak menuju Yogyakarta, langsung bertindak dengan berangkat ke Istana Kepresidenan. Pria kelahiran Purbalingga, 24 Januari 1916 itu menerima arahan langsung dari Presiden Soekarno terkait langkah selanjutnya yang harus dilakukan.

Melansir Sindonews, pria yang akrab disapa Pak Dirman itu lantas menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk segera bersiap menghadapi Belanda sembari menunggu perintah Presiden. Setelahnya, Soekarno memerintahkan ia untuk tinggal di dalam kota (Yogyakarta). Namun, Soedirman dengan yakin dan lantang menolaknya. Ia memilih untuk terjun langsung di medan perang bersama anak buahnya.

Soedirman langsung meninggalkan Yogyakarta untuk memulai perjuangannya. Meskipun saat itu ia terdeteksi sudah menderita penyakit TBC, ia tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan. Karena kondisinya, ia harus ditandu oleh anak buahnya selama perang berlangsung.

Kesehatannya semakin payah di pertengahan tahun 1949. Soedirman akhirnya wafat pada 29 Januari 1950 di Magelang, Jawa Tengah dan dimakamkan di TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta. Pemerintah menganugerahi gelar pahlawan nasional kepadanya melalui SK Nomor 314 tertanggal 10 Desember 1964.

2. Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani

Nama Ahmad Yani terpatri sebagai pahlawan revolusi yang gugur di ujung senjata gerakan pemberontak, 1 Oktober 1965. Yani, sapaan akrabnya, turut berperan dalam pertempuran 7 hari di Magelang pada Oktober 1945 dan berhasil mengambil senjata musuh.

Berbagai sumber menyebut, Ahmad Yani juga berperan besar dalam menghadapi Agresi Belanda II di bulan Desember 1948. Kala itu, perwira kelahiran Purworejo, 19 Juni 1922 ini dipilih menjadi Komandan Wehkreise wilayah Kedu. Wehkreise sendiri merupakan strategi yang sengaja dilakukan TNI saat Agresi Militer Belanda II.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Gugur sebagai pahlawan, jasad Ahmad Yani baru ditemukan pada 4 Oktober 1965 di sebuah sumur di Lubang Buaya, bersama 5 jasad petinggi TNI AD dan 1 ajudan A.H Nasution, Kapten Pierre Tendean, yang menjadi korban peristiwa G30S. Ahmad Yani diberikan gelar pahlawan nasional pada 5 Oktober 1965 melalui SK Nomor 111/KOTI/1965.

3. Bung Tomo

Suara lantang Bung Tomo menggema di tengah pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945. Kala itu, Surabaya diserang pasukan Inggris yang bertujuan melucuti senjata tentara Jepang dan membebaskan tawanan Eropa dari tangan pasukan Jepang. Merdeka atau mati, adalah ucapan yang menjadi semboyan Bung Tomo dan masih terkenal sampai detik ini.

Bung Tomo membakar semangat para pemuda Surabaya untuk melawan tentara Inggris dan jangan sampai kemerdekaan Indonesia kembali direbut oleh negara asing.

“Selama banteng-banteng Indonesia mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan menyerang kepada siapapun juga,” kata Bung Tomo dalam pidatonya.

4. Margonda

Nama pimpinan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI), Margonda, selama ini mungkin hanya dikenal sebagai sebuah jalan di Kota Depok, Jawa Barat. Rupanya, Margonda mempunyai perang penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yakni pertempuran yang diberi nama Gedoran Depok.

Kala itu, diketahui NICA (Netherlands-Indies Civiele Administration) berniat menguasai Depok dan menggandeng sekutu. Pertempuran hebat terjadi di antara kedua pihak pada November 1945 dan banyak menewaskan pasukan dalam negeri, termasuk Margonda. Margonda gugur di wilayah Pancoran Mas kala berniat melempar granat ke lawannya. (Diolah dari Berbagai Sumber/Litbang MPI/Ajeng Wirachmi)


https://nasional.okezone.com/read/2022/08/16/337/2649010/4-tokoh-yang-berjuang-mempertahankan-kemerdekaan-indonesia?page=1

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi