4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

18 June 2021, 8:09

Polda Metro Jaya menangkap 24 preman yang berkedok membuka jasa pengamanan untuk para perusahaan angkutan barang di sekitaran Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi kembali menangkap para pelaku yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) dan pemerasan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah 50 pelaku pungli terhadap para sopir truk kontainer, kali ini 24 preman lainnya ditangkap.

Mereka berkedok buka jasa pengamanan. Mereka memeras perusahaan pengiriman barang.

Setiap bulan, para tersangka bisa meraup uang puluhan rupiah hingga ratusan juta rupiah dari para perusahaan pengirim barang di kawasan Tanjung Priok.

Baca juga: 24 Preman Berkedok Jasa Pengamanan di Tanjung Priok Raup Ratusan Juta per Bulan

Berkedok jasa pengamanan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, sebanyak 24 tersangka yang ditangkap tergabung dalam empat perusahaan jasa pengamanan berbeda.

Masing-masingnya kerap memeras perusahaan pengelola truk kontainer yang biasa beroperasi di kawasan Tanjung Priok.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat memeras perusahaan-perusahaan itu, para preman beralasan bahwa korban akan mendapatkan keamanan dari tindak kejahatan yang biasa dilakukan para asmoro.

Asmoro merupakan sebutan para pelaku kejahatan seperti begal hingga bajing loncat yang biasa beraksi di Tanjung Priok.

“Modus operandinya para pelaku ini seolah-olah mengamankan. Tapi sejatinya melakukan pemerasan kepada perusahaan angkutan kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Ini Modus 24 Preman Berkedok Jasa Pengamanan Peras Perusahaan Pengiriman Barang di Tanjung Priok

Para tersangka memintai uang kepada perusahaan jasa pengirim barang dengan nilai yang bervariatif mulai Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk satu kendaraan, bayarannya per bulan.

Apabila perusahaan membayar, para tersangka menempelkan stiker di mobil kontainer yang biasa melintas di kawasan Tanjung Priok.

Stiker itu untuk memberi tanda bagi para asmoro untuk tidak melakukan kejahatan begal hingga bajing loncat kepada sopir truk kontainer.


https://megapolitan.kompas.com/read/2021/06/18/06554351/4-fakta-sindikat-preman-di-tanjung-priok-berkedok-jasa-pengamanan-hingga

 

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi