241 Korban DNA Pro Ajukan Restitusi ke LPSK

31 May 2022, 10:08

Jakarta: Sebanyak 241 korban investasi bodong robot trading DNA Pro Akademi mengajukan permohonan restitusi atau pengembalian kerugian ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Senin, 30 Mei 2022. Upaya itu dalam rangka memastikan uang korban kembali.
 
“Nantinya LPSK dapat mengusulkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengajukan kerugian para korban di dalam surat dakwaan penuntutan JPU,” kata koordinator kuasa hukum korban DNA Pro Zainul Arifin dalam keterangan tertulis, Selasa, 31 Mei 2022  
 
Zainul mengatakan para korban yang mengajukan restitusi telah mengirimkan penyempurnaan berkas ke LPSK. Menurutnya, para korban perlu bertindak meski Bareskrim Polri telah memberikan angin segar kerugian korban dapat dikembalikan usai persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Kami senantiasa membantu dan berkoordinasi memberikan informasi terkait di mana aset dan pelaku yang sampai saat ini masih belum terungkap,” ujar Zainul. 
 
Sebanyak 3.621 korban DNA Pro telah melapor ke Bareskrim Polri. Total kerugian yang dilaporkan sekitar Rp551 miliar.
 
Baca: Buka Deposit Box Indra Kenz, Polisi Sita 2 Sertifikat Tanah
 
Sedangkan, total aset yang disita sekitar Rp413 miliar. Rinciannya, pemblokiran 64 rekening dengan total Rp105 miliar, uang tunai Rp112,5 miliar, aset dan barang senilai Rp195 miliar. 
 
Aset dan barang yang disita ialah emas 20 kilogram, 10 unit rumah, satu unit hotel di Jakarta Barat, dua unit apartemen. Lalu, 14 mobil mewah, antara lain Alphard, Mustang, Lexus, BMW, Fortuner, Pajero, HRV, dan Honda Brio. 
 
Sejumlah aset yang disita bakal menjadi barang bukti di pengadilan. Pihak pengadilan akan memutuskan terkait pengembalian kerugian para korban. 
 
“Kita enggak bisa membagi-bagi, ini kasih ke siapa ini kasih ke siapa enggak bisa. Biar lah pengadilan yang bekerja, tetapi uang dan barang tersebut tentunya saat sudah di pengadilan akan dikembalikan kepada para korban,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Wisnu Hermawan, dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Mei 2022.
 
Para tersangka dijerat Pasal 106 jo Pasal 24 dan Pasal 105 Jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara 4 sampai 10 tahun. Lalu, Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Ancaman hukumannya, penjara paling lama 20 tahun.
 

(AGA)


https://www.medcom.id/nasional/hukum/ob34RjJk-241-korban-dna-pro-ajukan-restitusi-ke-lpsk

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum